KONAWE – harianpopuler.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Lambuya bersama jajaran melakukan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Konawe Uepai Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Rabu (14/1/2026). Koordinasi tersebut dilakukan menyusul beredarnya video di media sosial yang menyoroti menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Uepai.
SPPG Konawe Uepai Tamesandi berada di bawah naungan Yayasan Peduli Nurture Nusantara dengan ID SPPG WVH6PCFL. Dalam video yang beredar, terlihat adanya keluhan dari siswa dan tenaga pendidik terkait menu MBG yang diterima. Dalam tayangan tersebut, makanan yang disajikan di dalam ompreng tidak dilengkapi nasi, melainkan hanya mi instan. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu beragam tanggapan di media sosial.
Salah satu sekolah yang disebut dalam video tersebut adalah SD Negeri 3 Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe. Keluhan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan komposisi menu, tetapi juga mengenai keseragaman makanan yang diterima oleh siswa dalam satu kelas.
Menindaklanjuti informasi yang berkembang, Kapolsek Lambuya bersama jajaran mendatangi kantor SPPG Tamesandi untuk melakukan klarifikasi dan pengumpulan keterangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respons atas informasi yang beredar di ruang publik sekaligus upaya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah hukum Polsek Lambuya.
Kepala SPPG Tamesandi, Dandi Pailing, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pada waktu tersebut terdapat pendistribusian menu MBG berupa mi tanpa nasi. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut terjadi pada salah satu waktu distribusi dan telah menjadi bahan evaluasi internal pihak SPPG.
Menurutnya, pihak SPPG menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan aparat kepolisian, untuk meningkatkan kualitas serta konsistensi menu MBG ke depan. Ia juga menyampaikan komitmen untuk melakukan perbaikan agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Di tempat terpisah, pihak SD Negeri 3 Ameroro membenarkan adanya keluhan terkait menu MBG yang diterima siswa. Kepala sekolah setempat menyampaikan bahwa Kepala SPPG Tamesandi telah datang langsung ke sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Pihak sekolah berharap agar pendistribusian MBG selanjutnya dapat berjalan lebih tertib, merata, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dalam pertemuan koordinasi di kantor SPPG Tamesandi, Kapolsek Lambuya bersama jajaran, termasuk unsur intelijen, menyampaikan sejumlah catatan evaluasi. Kapolsek menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, sehingga pelaksanaannya perlu diawasi secara bersama-sama.
Kapolsek juga menekankan pentingnya konsistensi menu dan kualitas makanan yang didistribusikan. Menurutnya, pengelolaan program harus dilakukan secara profesional agar tujuan utama pemenuhan gizi bagi siswa dapat tercapai tanpa menimbulkan keluhan di masyarakat.
Kasat Intel Polsek Lambuya menambahkan bahwa masukan dan kritik dari masyarakat merupakan bagian dari kontrol publik terhadap program pelayanan. Ia menyampaikan bahwa seluruh pihak yang terlibat, baik aparat maupun pengelola program, memiliki peran sebagai pelayan masyarakat dan perlu bersikap terbuka terhadap kritik yang disampaikan sebagai bahan evaluasi.
Ia juga menyoroti adanya perbedaan menu MBG dalam satu kelas, di mana sebagian siswa menerima nasi sementara yang lain menerima mi. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu munculnya keluhan. Menurutnya, keseragaman menu perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan di kalangan siswa.
Selain itu, hasil pemantauan di beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Uepai menemukan adanya keluhan lain terkait kualitas makanan yang didistribusikan. Beberapa di antaranya adalah ayam goreng yang dinilai belum matang sempurna, mi yang masih keras, serta buah yang kondisinya tidak layak konsumsi. Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan pengecekan langsung ke sejumlah sekolah.
Kasat Intel menyampaikan bahwa jika aparat tidak turun langsung ke lapangan, kondisi tersebut tidak akan diketahui secara menyeluruh. Oleh karena itu, kegiatan pemantauan dan koordinasi dinilai penting untuk memastikan makanan yang didistribusikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi oleh siswa.
Polsek Lambuya berharap pihak SPPG Tamesandi dapat melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perencanaan menu, pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe.
Koordinasi antara aparat kepolisian, pengelola SPPG, dan pihak sekolah diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta memastikan program MBG berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan peserta didik secara berkelanjutan.
Insiden Hampir Terjadi di Simpang Tiga Lambuya, Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
