KONAWE – harianpopuler.com - Sebuah insiden yang nyaris berujung pada kejadian tidak diinginkan terjadi di kawasan Simpang Tiga Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 Wita. Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga setempat karena melibatkan seorang pengendara sepeda motor perempuan dan seorang pria yang berada di dalam mobil berwarna merah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kejadian bermula saat sebuah mobil berwarna merah, diduga jenis city car, terparkir di sekitar persimpangan Simpang Tiga Lambuya. Seorang pria yang berada di kendaraan tersebut terlihat berdiri di samping pintu mobil sambil memainkan telepon genggam. Situasi awal tampak normal dan tidak menimbulkan kecurigaan dari pengguna jalan lain yang melintas.
Tak berselang lama, seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor matik datang dari arah Kantor Pos Lambuya dengan tujuan menuju jalan poros Lambuya - Puriala. Saat memasuki area persimpangan, pengendara tersebut secara tiba-tiba mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraannya. Menurut keterangan saksi di sekitar lokasi, perempuan tersebut tampak terkejut dan berteriak karena melihat pria di dekat mobil merah diduga membawa sebilah parang.
Situasi tersebut membuat pengendara motor panik. Perempuan tersebut segera membelokkan kendaraannya dan memacu motor ke arah jalan poros Onembute untuk menjauh dari lokasi. Teriakan yang terdengar sempat mengundang perhatian warga sekitar, namun kejadian berlangsung cukup cepat sehingga tidak sempat dilakukan upaya penghentian di tempat.
Beberapa menit setelah kejadian tersebut, mobil berwarna merah yang sebelumnya terparkir terlihat melaju dan diduga mencoba mengikuti arah pengendara motor perempuan. Namun, setelah beberapa saat, kendaraan tersebut tidak lagi terlihat mengejar dan akhirnya berbalik arah menuju jalan poros Puriala.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti motif di balik kejadian tersebut. Tidak ada laporan resmi terkait adanya korban luka maupun kerusakan akibat insiden itu. Media ini mencatat bahwa peristiwa tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan apakah berkaitan dengan persoalan pribadi, kesalahpahaman, atau faktor lainnya.
Sejumlah warga Lambuya yang ditemui menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Mereka berharap situasi keamanan di sekitar persimpangan tetap terjaga, mengingat kawasan Simpang Tiga Lambuya merupakan jalur strategis yang cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada malam hari.
Warga juga mengimbau agar pengguna jalan tetap berhati-hati, khususnya saat melintas pada jam-jam rawan. Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada aparat keamanan terdekat apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan umum.
Aparat diharapkan dapat melakukan pemantauan dan langkah preventif guna memastikan keamanan di wilayah Lambuya dan sekitarnya tetap kondusif.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama di ruang publik. Setiap pihak diharapkan dapat menahan diri, menghindari tindakan yang dapat menimbulkan ketakutan, serta menyelesaikan persoalan dengan cara yang bijak dan sesuai hukum. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai pesan moral, masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, menghindari konflik terbuka di ruang publik, serta tidak membawa atau memperlihatkan benda berbahaya yang dapat memicu kepanikan. Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dijaga demi kenyamanan dan ketenteraman seluruh warga.
