KABUPATEN BUTON UTARA – harianpopuler.com - Masyarakat di Kabupaten Buton Utara kembali menyuarakan keluhan terkait ketersediaan dan stabilitas pasokan listrik yang dinilai belum optimal.
Ketua Investigasi DPD JPKP Nasional Sulawesi Tenggara, Ali, menyampaikan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan menyampaikan aspirasi terkait pelayanan listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Kami menyampaikan keresahan masyarakat atas kondisi layanan listrik di Buton Utara yang hingga kini masih sering mengalami pemadaman,” ujar Ali, Selasa (3/3/2026).
Berikut sejumlah poin yang menjadi sorotan masyarakat:
1. Pemadaman Saat Bulan Ramadan
Masyarakat menilai pemadaman listrik kerap terjadi saat memasuki bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut disebut mengganggu aktivitas ibadah dan kegiatan rumah tangga. Warga berharap adanya pemberitahuan resmi dan terjadwal apabila pemadaman memang harus dilakukan.
2. Koordinasi Layanan dan Pengaduan
Menurut Ali, masyarakat kerap mengalami kebingungan saat menyampaikan pengaduan. Pelayanan di Buton Utara disebut sering mengarahkan koordinasi ke unit PLN di Baubau. Warga berharap adanya kejelasan struktur koordinasi agar pengaduan dapat ditangani secara cepat dan efektif di daerah sendiri.
3. Kerugian Akibat Listrik Tidak Stabil
Kondisi listrik yang tidak stabil, termasuk mati-nyala, dilaporkan menyebabkan sejumlah perangkat elektronik warga mengalami kerusakan, mulai dari peralatan rumah tangga hingga perlengkapan usaha mikro. Masyarakat meminta adanya kejelasan tanggung jawab atas kerugian yang timbul.
4. Harapan Solusi Jangka Panjang
Ali juga mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah dan DPRD setempat dalam mendorong penyelesaian persoalan listrik yang telah berlangsung cukup lama. Masyarakat berharap adanya solusi permanen guna memastikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Ali menyatakan bahwa dalam waktu dekat masyarakat berencana menyampaikan aspirasi secara langsung ke kantor PLN Buton Utara dan Gedung DPRD Buton Utara.
Mereka berharap adanya dialog terbuka serta solusi nyata guna menjamin layanan listrik yang lebih baik bagi warga.
“Hak atas listrik yang stabil adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap ada perhatian serius dan langkah konkret dari seluruh pihak terkait,” tutupnya.
(Henr3d).
