Aspirasi di Balik Tanjakan Maut: Dua Tanjakan Ekstrem di Buton Utara Jadi Perhatian Pemprov Sultra Harian Populer (HP). : Aspirasi di Balik Tanjakan Maut: Dua Tanjakan Ekstrem di Buton Utara Jadi Perhatian Pemprov Sultra

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Aspirasi di Balik Tanjakan Maut: Dua Tanjakan Ekstrem di Buton Utara Jadi Perhatian Pemprov Sultra

Jumat, 27 Februari 2026, Februari 27, 2026

 Aspirasi di Balik Tanjakan Maut: Dua Tanjakan Ekstrem di Buton Utara Jadi Perhatian Pemprov Sultra


Butur,Sultra - harianpopuler.com - Persoalan infrastruktur di Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali mencuat. Dua tanjakan ekstrem di Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Tanjakan Beau dan Tanjakan Walifuo, kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 


Kedua titik tersebut kerap dijuluki warga sebagai “jalur maut”. Kondisi jalan yang curam, licin saat musim hujan, dan berdebu ketika kemarau, menyebabkan kecelakaan lalu lintas berulang, mulai dari insiden ringan hingga kecelakaan fatal.


Selama bertahun-tahun, masyarakat menilai upaya perbaikan belum menunjukkan hasil signifikan, meski persoalan ini telah berulang kali disuarakan oleh unsur legislatif dan pemerintah daerah sebelumnya.


Titik terang mulai terlihat pada Kamis (26/02/2026). Seorang anggota legislatif muda, Morgan, mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari untuk menyampaikan langsung aspirasi warga.


Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi perwakilan pemuda pemerhati jalan asal Kecamatan Bonegunu Jaya Sakti. Rombongan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra bersama kepala seksi terkait.


Baca Juga👇

RDP DPRD Konawe Bahas Program Makan Bergizi Gratis, Tekankan Perbaikan Sistem dan SOP


Dalam pertemuan itu, Morgan menegaskan bahwa peningkatan jalan di Kecamatan Kambowa, khususnya di dua tanjakan ekstrem tersebut, harus menjadi prioritas.


“Jika tahun ini tidak terealisasi, berarti sudah empat tahun berturut-turut Kecamatan Kambowa tidak mendapatkan peningkatan jalan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.


Langkah tersebut disebut sejalan dengan komunikasi intensif yang dilakukan pimpinan daerah Buton Utara kepada pemerintah provinsi, guna mendorong peningkatan alokasi pembangunan infrastruktur.


Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Dinas SDA dan Bina Marga Sultra menyatakan akan mengonsultasikannya kepada Gubernur Sultra. Selain dua tanjakan ekstrem, pertemuan juga membahas lima jembatan rusak yang diusulkan untuk segera dilakukan pemeliharaan, termasuk perencanaan desain lantai jembatan baja.


Pihak dinas menyebut Buton Utara tetap masuk dalam skala prioritas pembangunan pemerintah provinsi. Namun, realisasi program tetap bergantung pada ketersediaan dan penambahan anggaran.


Pentingnya Kolaborasi

Di tengah sinyal positif tersebut, publik menilai percepatan pembangunan infrastruktur membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di daerah.


Soliditas antara unsur legislatif dan eksekutif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan penanganan jalan rusak dan tanjakan ekstrem di Buton Utara.


Kini, keputusan berada di tangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Masyarakat Kecamatan Kambowa dan Buton Utara berharap, persoalan tanjakan di Pongkowulu segera berakhir dengan perbaikan permanen, bukan lagi kabar kecelakaan.


Hendra - Red

TerPopuler