Konawe Utara – harianpopuler.com - Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Konawe Utara menyoroti maraknya dugaan perusakan hutan yang terus terjadi di wilayah tersebut. PPWI menilai praktik perambahan dan eksploitasi hutan perlu mendapat penanganan serius dari aparat penegak hukum. Minggu, 11/1/2026
Ketua DPC PPWI Konawe Utara, Suhardin, menyampaikan bahwa kerusakan hutan tidak dapat lagi dipandang sebagai persoalan sepele. Menurutnya, dampak lingkungan akibat deforestasi sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya risiko banjir, longsor, hingga berkurangnya sumber air bersih.
“Undang-undang telah mengatur secara jelas terkait perlindungan hutan dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Suhardin.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang konsisten sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kesan pembiaran. PPWI juga mengingatkan agar tidak ada perlakuan berbeda dalam penindakan hukum, baik terhadap individu maupun badan usaha.
PPWI DPC Konawe Utara mendorong aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah tegas terhadap dugaan perusakan hutan. Selain itu, PPWI menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal dan menyampaikan informasi kepada publik secara bertanggung jawab.
PPWI juga mengajak masyarakat, aktivis lingkungan, tokoh adat, dan insan pers untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.
(Redaksi).
