Krisis Akademik di STIMIK Bina Bangsa Kendari, Mahasiswa Tagih Hak yang Tak Pernah Jelas Harian Populer (HP). : Krisis Akademik di STIMIK Bina Bangsa Kendari, Mahasiswa Tagih Hak yang Tak Pernah Jelas

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Berlubang,Hancur Dan Rusak Parah Jalan Poros di Desa Awuliti, Desa Meraka Lambuya Kab.Konawe. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Krisis Akademik di STIMIK Bina Bangsa Kendari, Mahasiswa Tagih Hak yang Tak Pernah Jelas

Rabu, 07 Januari 2026, Januari 07, 2026


Keterangan Gambar (Ketgam) Ilustrasi. Krisis Akademik di STIMIK Bina Bangsa Kendari, Mahasiswa Tagih Hak yang Tak Pernah Jelas


Kendari - harianpopuler.com - Sejumlah mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Sangat mengalami keresahan serius terkait status kemahasiswaan yang di duga tidak jelas. Selasa, 7/1/2026


Sejumlah mahasiswa mengaku nama mereka tidak terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), padahal telah mengikuti perkuliahan selama bertahun-tahun, bahkan sebagian sudah mengikuti prosesi wisuda.


Ironisnya, hingga saat ini ada beberapa orang ijazah belum juga diserahkan, tanpa penjelasan resmi yang transparan dari pihak kampus maupun yayasan. Ungkap mahasiswa


Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana mungkin mahasiswa bisa diwisuda jika status akademiknya tidak tercatat secara resmi di PD Dikti?


Lebih memprihatinkan lagi, beberapa mahasiswa yang merasa dirugikan mengaku telah berulang kali mengonfirmasi ke pihak yayasan STIMIK, dengan harapan setidaknya uang perkuliahan dapat dikembalikan. 


Namun, alih-alih mendapatkan kepastian, mereka justru terus dijanjikan tanpa realisasi, bahkan merasa dibohongi dari waktu ke waktu.


Situasi ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut hak dasar mahasiswa, masa depan akademik, dan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.


 Jika tidak segera ditangani secara terbuka dan bertanggung jawab, persoalan ini berpotensi menjadi masalah hukum dan mencoreng dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari.



Mahasiswa mendesak adanya kejelasan status, pertanggungjawaban kampus tersebut, serta campur tangan pihak berwenang, agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan merugikan lebih banyak pihak.


Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi keberimbangan pemberitaan.

Oleh: Sejumlah Mahasiswa STBB, KDI

TerPopuler