Kendari - harianpopuler.com - Sejumlah mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Sangat mengalami keresahan serius terkait status kemahasiswaan yang di duga tidak jelas. Selasa, 7/1/2026
Sejumlah mahasiswa mengaku nama mereka tidak terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti), padahal telah mengikuti perkuliahan selama bertahun-tahun, bahkan sebagian sudah mengikuti prosesi wisuda.
Ironisnya, hingga saat ini ada beberapa orang ijazah belum juga diserahkan, tanpa penjelasan resmi yang transparan dari pihak kampus maupun yayasan. Ungkap mahasiswa
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana mungkin mahasiswa bisa diwisuda jika status akademiknya tidak tercatat secara resmi di PD Dikti?
Lebih memprihatinkan lagi, beberapa mahasiswa yang merasa dirugikan mengaku telah berulang kali mengonfirmasi ke pihak yayasan STIMIK, dengan harapan setidaknya uang perkuliahan dapat dikembalikan.
Namun, alih-alih mendapatkan kepastian, mereka justru terus dijanjikan tanpa realisasi, bahkan merasa dibohongi dari waktu ke waktu.
Situasi ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut hak dasar mahasiswa, masa depan akademik, dan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.
Jika tidak segera ditangani secara terbuka dan bertanggung jawab, persoalan ini berpotensi menjadi masalah hukum dan mencoreng dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari.
Mahasiswa mendesak adanya kejelasan status, pertanggungjawaban kampus tersebut, serta campur tangan pihak berwenang, agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan merugikan lebih banyak pihak.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak terkait demi keberimbangan pemberitaan.
Oleh: Sejumlah Mahasiswa STBB, KDI
