Konawe Selatan - harianpopuler.com - Seekor buaya berukuran besar berhasil diamankan di sekitar aliran Kali Awunio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, Selasa (13/1/2026). Keberhasilan pengamanan ini disambut lega oleh masyarakat setempat karena sebelumnya keberadaan satwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai.
Menurut keterangan warga, buaya tersebut sudah beberapa kali terlihat muncul ke permukaan sungai dalam beberapa waktu terakhir. Kemunculan buaya di lokasi tersebut membuat masyarakat waspada, mengingat Kali Awunio masih sering dimanfaatkan warga untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga mencari ikan.
Seorang warga setempat mengatakan bahwa buaya tersebut kerap terlihat pada pagi dan sore hari. Hal ini membuat warga, terutama orang tua, merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak yang sering bermain di sekitar sungai. Atas dasar kekhawatiran itu, masyarakat kemudian berinisiatif untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan penanganan secara aman dan terkendali.
Proses pengamanan buaya dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Aparat bersama warga setempat bekerja sama dengan tetap mengikuti prosedur keselamatan agar tidak membahayakan manusia maupun satwa tersebut. Sejumlah warga turut membantu dengan menjaga jarak dan mengamankan area sekitar sungai agar situasi tetap kondusif selama proses penangkapan berlangsung.
Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, buaya tersebut akhirnya berhasil diamankan. Selanjutnya, satwa liar itu ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk memastikan keselamatannya. Buaya tersebut rencananya akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga guna mencegah potensi konflik serupa di kemudian hari.
Warga setempat mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan pengamanan buaya tersebut. Mereka berharap, dengan diamankannya satwa liar itu, aktivitas masyarakat di sekitar Kali Awunio dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut. Selain itu, warga juga berharap adanya langkah lanjutan dari pihak terkait berupa pemantauan rutin di kawasan sungai.
Keberadaan buaya di kawasan perairan alami seperti sungai sejatinya merupakan bagian dari ekosistem. Namun, meningkatnya aktivitas manusia di sekitar habitat satwa liar dapat memicu potensi konflik. Perubahan lingkungan, pembukaan lahan, serta berkurangnya habitat alami sering kali menjadi faktor yang mendorong satwa liar mendekati permukiman.
Oleh karena itu, peran pemerintah daerah dan instansi terkait sangat dibutuhkan dalam upaya pengelolaan serta mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar. Edukasi kepada masyarakat mengenai kewaspadaan di wilayah perairan juga dinilai penting, termasuk imbauan untuk menghindari aktivitas berisiko di sungai yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Pihak terkait diharapkan terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan adanya kerja sama antara warga dan aparat berwenang, diharapkan keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa mengganggu kelestarian satwa liar di habitat alaminya.
