Paripurna Istimewa HUT ke-66, DPRD–Pemda Konawe Komitmen Wujudkan Pembangunan Inklusif Harian Populer (HP). : Paripurna Istimewa HUT ke-66, DPRD–Pemda Konawe Komitmen Wujudkan Pembangunan Inklusif

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Paripurna Istimewa HUT ke-66, DPRD–Pemda Konawe Komitmen Wujudkan Pembangunan Inklusif

Selasa, 03 Maret 2026, Maret 03, 2026

DPRD dan Pemda Konawe Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringatan HUT ke-66


KONAWE – harianpopuler.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Selasa (3/3/2026), di Gedung Rapat Paripurna DPRD Konawe.


Rapat paripurna ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif dalam menyukseskan seluruh rangkaian peringatan hari jadi daerah. Mengusung semangat kebersamaan, peringatan HUT ke-66 diharapkan menjadi pijakan dalam mewujudkan Konawe yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing.


Rapat dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II. Turut hadir Bupati Konawe H. Yusran Akbar, Wakil Bupati Konawe, Ketua TP PKK Konawe, Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.


Hadir pula Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, S.I.K., Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri Konawe, Kepala BNNK, Kepala Rutan, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Konawe, Kepala Kementerian Agama Konawe, pimpinan BUMN dan BUMD, perbankan, perguruan tinggi, KPU dan Bawaslu Konawe, Stakholder, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga insan pers.


Sebelum memulai agenda utama, pimpinan rapat menyampaikan pantun pembuka sebagai bentuk ekspresi syukur atas usia ke-66 Kabupaten Konawe. Berdasarkan daftar hadir dari sekretariat, sebanyak 28 dari 30 anggota DPRD dinyatakan hadir, sehingga rapat memenuhi kuorum dan resmi dibuka untuk umum sesuai tata tertib yang berlaku.


Agenda rapat meliputi pembukaan, pengesahan susunan acara, sambutan Ketua DPRD Konawe, sambutan Bupati Konawe, serta penutup.


Refleksi Historis dan Filosofis

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Konawe menyampaikan bahwa peringatan hari ulang tahun memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni reflektif, introspektif, dan prospektif. 


Secara reflektif, HUT menjadi momentum menengok perjalanan sejarah sebagai mata rantai perjuangan masa lalu. Secara introspektif, peringatan ini menjadi sarana evaluasi diri terhadap capaian dan tantangan kekinian. Sementara secara prospektif, HUT menjadi titik tolak dalam merancang masa depan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.


Ia memaparkan, secara historis Konawe memiliki peradaban panjang yang berakar dari Kerajaan Konawe. Wilayah ini dahulu dikenal sebagai Kabupaten Kendari, yang merupakan kelanjutan dari sistem pemerintahan tradisional hasil integrasi sejumlah kerajaan kecil seperti Padangguni, Besulutu, Wawolesea, Watumendonga, dan Tambosupa di bawah kepemimpinan Mokole More Wekoila sekitar abad ke-12.


Kejayaan Konawe mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Mokole Larebi bergelar Sangia Inato pada awal abad ke-17 dengan sistem pemerintahan Barata yang terstruktur dan terorganisir. Sistem tersebut mencerminkan tingginya peradaban politik dan tata kelola pemerintahan masyarakat Konawe pada masanya.


Dalam perkembangan modern, Konawe juga menjadi daerah induk bagi sejumlah wilayah otonom baru, antara lain Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Konawe Utara, dan Kabupaten Konawe Kepulauan. Pemekaran tersebut menjadi bagian dari kontribusi Konawe dalam mendorong pemerataan pembangunan di Sulawesi Tenggara.


Komitmen DPRD dan Sinergi Pembangunan

Ketua DPRD menegaskan, selama 66 tahun perjalanan daerah, DPRD Konawe terus bertransformasi menuju lembaga yang profesional, akuntabel, dan responsif. Dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD berkomitmen memastikan setiap kebijakan publik memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Fungsi pengawasan dilaksanakan secara konstruktif melalui rapat kerja, kunjungan lapangan, rapat dengar pendapat, serta tindak lanjut aspirasi masyarakat. Hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah terus diperkuat dalam semangat harmonisasi dan kolaborasi bersama Forkopimda guna menjaga stabilitas pemerintahan dan pembangunan.


Pada kesempatan tersebut, DPRD juga mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Konawe atas sejumlah penghargaan nasional, termasuk pengakuan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional serta penghargaan Indonesia Vision Excellence Award 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional pemerintah pusat.


Sambutan Bupati: Arah Strategis “Konawe Bersahaja”

Sementara itu, Bupati Konawe H. Yusran Akbar dalam sambutannya mengawali dengan pantun bernuansa optimisme dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa 66 tahun Konawe bukan sekadar angka, melainkan perjalanan sejarah panjang penuh perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.


Dalam suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Bupati menekankan pentingnya pengabdian dan keikhlasan dalam membangun daerah. Ia mengusung tema “Desa Tumbuh, Kota Berkembang, Masyarakat Sejahtera Menuju Konawe Bersahaja” sebagai arah strategis pembangunan.


Menurutnya, desa harus menjadi basis produksi dan kemandirian ekonomi, sementara kota berkembang sebagai pusat layanan, pendidikan, perdagangan, dan jasa. Seluruh proses pembangunan tersebut harus bermuara pada kesejahteraan rakyat secara adil dan berkelanjutan.


“Konawe hari ini adalah hasil kerja keras lintas generasi. Tanggung jawab kita adalah memastikan warisan itu dilanjutkan dengan visi yang lebih kuat, tata kelola yang lebih baik, dan kesejahteraan yang semakin merata,” ujarnya.


Rapat paripurna istimewa turut dirangkaikan dengan penampilan tarian tradisional khas Suku Tolaki yang melambangkan persahabatan, persatuan, dan kebersamaan, sebagai simbol harmoni sosial masyarakat Konawe.


Menutup rangkaian acara, pimpinan rapat kembali menyampaikan pantun penutup yang optimisme terhadap masa depan Konawe.


Dengan semangat kebersamaan di usia ke-66 tahun, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Konawe berkomitmen terus menjaga marwah demokrasi daerah serta memastikan pembangunan berjalan dalam koridor keadilan, kesejahteraan, dan keberlanjutan.


(*) 

TerPopuler