RKB SMKN 3 Konawe (Onembute). Dinilai Tidak Layak, Proposal Perbaikan Belum Terealisasi Meski Sudah Diajukan Sejak 2024 Harian Populer (HP). : RKB SMKN 3 Konawe (Onembute). Dinilai Tidak Layak, Proposal Perbaikan Belum Terealisasi Meski Sudah Diajukan Sejak 2024

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Berlubang,Hancur Dan Rusak Parah Jalan Poros di Desa Awuliti, Desa Meraka Lambuya Kab.Konawe. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

RKB SMKN 3 Konawe (Onembute). Dinilai Tidak Layak, Proposal Perbaikan Belum Terealisasi Meski Sudah Diajukan Sejak 2024

Rabu, 04 Februari 2026, Februari 04, 2026

RKB SMKN 3 Konawe (Onembute). Dinilai Tidak Layak, Proposal Perbaikan Belum Terealisasi Meski Sudah Diajukan Sejak 2024


Konawe - harianpopuler.com - kepala sekolah Muh. Syakhiruddin, S.Pd.,M.Pd.,Kondisi sejumlah ruang kelas belajar (RKB) di SMKN 3 Konawe (Onembute) , Kabupaten Konawe, menjadi sorotan karena dinilai sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kerusakan pada bagian atap hingga plafon yang berlubang memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kenyamanan siswa.


Berdasarkan keterangan pihak sekolah, proposal perbaikan gedung telah diajukan sejak tahun 2024 kepada instansi terkait. Bahkan, tim dari Dinas Pendidikan Provinsi disebut telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan mencatat kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian serius.


Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa ruang kelas mengalami kebocoran saat hujan, dengan plafon yang rusak dan bagian atap yang tampak rapuh. Situasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu proses pembelajaran serta menurunkan kualitas lingkungan pendidikan bagi para siswa.


Pihak sekolah menyatakan bahwa secara administratif dokumen pengajuan perbaikan telah dinyatakan lengkap. Komunikasi dengan instansi terkait juga telah dilakukan, termasuk melalui sambungan telepon. Namun hingga awal 2026, realisasi perbaikan fisik bangunan belum terlaksana.


Kepala sekolah, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Provinsi dan pusat. Menurutnya, sekolah telah diminta bersabar karena program perbaikan disebut direncanakan masuk dalam agenda tahun anggaran 2026.


Meski demikian, kondisi gedung yang terus memburuk membuat sejumlah pihak berharap ada langkah percepatan. Lingkungan pendidikan yang aman dan layak dinilai sebagai kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda, mengingat aktivitas belajar berlangsung setiap hari.


Pemerhati pendidikan setempat menilai bahwa infrastruktur sekolah merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan. Mereka mendorong agar instansi terkait memberikan prioritas terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pengajar.


Masyarakat sekitar juga berharap adanya perhatian konkret dari pemerintah daerah maupun provinsi. Perbaikan gedung sekolah dinilai bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.


Hingga berita ini di naikkan pada Rabu (4/2/2026), pihak sekolah masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan perbaikan. Harapannya, kondisi RKB SMKN 3 Onembute dapat segera ditangani agar proses belajar mengajar berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

TerPopuler