Kendari - harianpopuler.com - Pemerintah Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat di Kemaraya, Kota Kendari, menggelar kegiatan kerja bakti bersama jajaran kelurahan pada Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan lingkungan sekaligus persiapan pemanfaatan lahan untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi warga setempat.
Lurah Watu-Watu menjelaskan bahwa kerja bakti difokuskan pada pembersihan dan penataan lahan kosong yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lahan tersebut ke depan akan difungsikan sebagai area UMKM yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat Kelurahan Watu-Watu.
“Lahan ini kami tata bersama-sama agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM. Rencananya akan diisi oleh warga Kelurahan Watu-Watu sendiri dan tidak dipungut biaya,” ujar lurah saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan kerja bakti.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kelurahan terhadap warga lokal, khususnya dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, UMKM menjadi salah satu sektor strategis yang dapat membantu meningkatkan pendapatan warga apabila dikelola dengan baik dan diberikan ruang yang adil.
Lurah juga mengungkapkan bahwa terdapat pihak dari luar wilayah Kelurahan Watu-Watu yang sempat mengajukan permohonan untuk menempati lahan tersebut sebagai lokasi UMKM. Namun, permohonan tersebut belum dapat dikabulkan karena kelurahan memprioritaskan warga setempat.
“Ada yang datang dari luar wilayah kelurahan dan ingin mengisi lahan ini, tetapi untuk sementara belum kami izinkan. Prioritas kami adalah warga Kelurahan Watu-Watu,” tegasnya.
Lebih lanjut, lurah menyampaikan bahwa pengelolaan kelurahan, termasuk pelaksanaan kegiatan sosial dan kebersihan lingkungan, menghadapi keterbatasan anggaran. Ia menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2025, dana yang dikelola oleh Kelurahan Watu-Watu relatif terbatas.
“Anggaran kelurahan yang kami kelola tahun lalu sekitar Rp30 juta per tahun. Dengan keterbatasan itu, kami tetap berupaya menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut, terdapat kontribusi dana pribadi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap lingkungan kelurahan.
Meski demikian, pernyataan tersebut disampaikannya dalam suasana santai dan penuh kejujuran saat berbincang dengan awak media.
“Kerja bakti ini sebagian menggunakan dana pribadi. Kalau dipikir-pikir, kadang lebih ringan jadi staf saja. Kalau ada yang mau ganti saya jadi lurah biar saya bayar," keluh curhatnya.
