Proyek Sanggar Seni Rp190 Juta di Desa Anggadola Disorot Warga, Progres Minim dan Diminta Audit Transparan Harian Populer (HP). : Proyek Sanggar Seni Rp190 Juta di Desa Anggadola Disorot Warga, Progres Minim dan Diminta Audit Transparan

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Proyek Sanggar Seni Rp190 Juta di Desa Anggadola Disorot Warga, Progres Minim dan Diminta Audit Transparan

Selasa, 03 Februari 2026, Februari 03, 2026

Proyek Sanggar Seni Rp190 Juta di Desa Anggadola Disorot Warga, Progres Minim dan Diminta Audit Transparan


KONAWE – harianpopuler.com - Pembangunan Gedung Sanggar Seni di Desa Anggadola, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, menjadi perhatian masyarakat setelah progres fisik proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) APBN Tahun Anggaran 2025 dinilai belum sebanding dengan nilai anggaran. Proyek senilai Rp190.000.000 tersebut hingga awal Februari 2026 baru tampak berupa pondasi dan tiang beton.


Pantauan di lokasi pada Selasa (3/2/2026) menunjukkan struktur bangunan belum memasuki tahap lanjutan. Beberapa bagian konstruksi terlihat tidak aktif dikerjakan. Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari warga terkait efektivitas penggunaan anggaran serta pengawasan pelaksanaan proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa.


Sejumlah warga menyampaikan harapan agar pembangunan fasilitas umum tersebut dapat berjalan sesuai rencana awal. Mereka menilai keberadaan sanggar seni penting sebagai ruang kegiatan budaya dan pembinaan kreativitas generasi muda desa. Namun, keterlambatan progres membuat masyarakat khawatir proyek berpotensi tidak selesai tepat waktu.


Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa masyarakat menginginkan kejelasan informasi mengenai tahapan pekerjaan. Menurutnya, nilai anggaran yang relatif besar semestinya diikuti dengan progres fisik yang terukur dan dapat dipantau publik.


“Kami hanya ingin ada penjelasan terbuka. Kalau anggarannya sudah berjalan, masyarakat juga perlu tahu sampai tahap mana pengerjaannya,” ujarnya.


Selain menyoroti progres pembangunan, warga juga mempertanyakan aspek teknis konstruksi. Di lapangan ditemukan dugaan ketidaksesuaian jarak tulangan besi pada tiang beton dengan standar gambar kerja. Meski demikian, dugaan tersebut masih bersifat pengamatan awal dan membutuhkan verifikasi teknis dari pihak berwenang.


Secara administratif, proyek yang disorot memiliki rincian sebagai berikut: pembangunan satu unit gedung sanggar seni berlokasi di Dusun II/RT 003 Desa Anggadola, dengan sumber anggaran Dana Desa APBN 2025 dan pelaksanaan melalui sistem swakelola oleh TPK Desa Anggadola.


Pengamat social kontrol pembangunan desa yang dimintai tanggapan secara umum menjelaskan bahwa proyek swakelola memang memberikan ruang bagi desa untuk memberdayakan masyarakat lokal. Namun, mekanisme tersebut tetap wajib memenuhi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis.


Menurutnya, keterbukaan informasi kepada masyarakat menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa. Setiap tahapan pembangunan idealnya disertai papan informasi proyek, laporan progres berkala, serta pengawasan internal yang aktif.


Menanggapi situasi tersebut, warga berharap Inspektorat Kabupaten Konawe dapat melakukan peninjauan guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan. Permintaan audit dipandang sebagai langkah preventif agar tidak terjadi potensi kesalahan administrasi maupun teknis yang bisa merugikan kepentingan publik.


Masyarakat juga menekankan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan mendorong perbaikan tata kelola. Mereka berharap proyek sanggar seni tetap dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.


Hingga berita ini di naikkan, pihak Pemerintah Desa Anggadola maupun Tim Pelaksana Kegiatan belum memberikan keterangan resmi, serta tanggapan atas pertanyaan warga. Media ini membuka ruang konfirmasi,klarifikasi untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut demi menjaga keseimbangan informasi.


Pengelolaan Dana Desa selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pembangunan berbasis kebutuhan lokal. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya proyek dinilai sebagai bagian dari kontrol sosial yang sehat dalam sistem pemerintahan desa.


Warga Desa Anggadola berharap pembangunan sanggar seni dapat kembali berjalan optimal, transparan, dan sesuai rencana anggaran. Mereka menilai fasilitas tersebut akan menjadi investasi sosial yang penting bagi pengembangan budaya dan aktivitas komunitas di masa mendatang.

TerPopuler