Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Desa Amamotu Gegerkan Warga Harian Populer (HP). : Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Desa Amamotu Gegerkan Warga

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Desa Amamotu Gegerkan Warga

Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026

Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Desa Amamotu Gegerkan Warga


Kolaka, - harianpopuler.com - Warga Desa Amamotu, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka digegerkan dengan penemuan tengkorak manusia di kawasan hutan setempat pada Minggu sore, 15 Februari 2026.


Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi. Tengkorak ditemukan dalam kondisi tergeletak di area hutan yang jarang dilalui masyarakat. Informasi ini dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mendatangi lokasi kejadian.


Berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah warga, tengkorak tersebut diduga kuat berkaitan dengan seorang warga lanjut usia, yang merupakan orang tua dari Kepala Desa Amamotu, yang sebelumnya dilaporkan hilang hampir satu tahun lalu. Meski demikian, dugaan tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.


Hingga berita ini diturunkan, aparat terkait dikabarkan telah menerima laporan penemuan tersebut dan diharapkan segera melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas tengkorak. Warga setempat berharap penyelidikan dapat memberikan kejelasan atas peristiwa ini sekaligus menjawab misteri hilangnya warga yang dimaksud.


Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut, dan masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

TerPopuler