Istri dan Anak Dilaporkan Hilang di Makassar, Suami Tempuh Pencarian dari Kendari Harian Populer (HP). : Istri dan Anak Dilaporkan Hilang di Makassar, Suami Tempuh Pencarian dari Kendari

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Berlubang,Hancur Dan Rusak Parah Jalan Poros di Desa Awuliti, Desa Meraka Lambuya Kab.Konawe. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Istri dan Anak Dilaporkan Hilang di Makassar, Suami Tempuh Pencarian dari Kendari

Minggu, 08 Februari 2026, Februari 08, 2026

Suami Asal Kendari Cari Istri dan Anak yang Diduga Hilang di Makassar, Laporan Polisi Telah Dibuat


harianpopuler.com - Seorang pria asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Muhammad Taufik, tengah berupaya mencari keberadaan istrinya, Sari Amelia Putri, dan anak perempuannya, Ilsa Nisa Sahra, yang diduga hilang setelah melakukan perjalanan dari Kabupaten Jeneponto menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Minggu, 8/2/2026.

Hingga kini, keberadaan ibu dan anak tersebut belum diketahui secara pasti. Keluarga menyebut komunikasi terakhir terjadi saat keduanya berada dalam perjalanan menggunakan kendaraan umum dari Jeneponto.

Menurut keterangan Taufik, istrinya sebelumnya berpamitan dari rumah keluarga di Kambutta Toa, Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto. Ia menyampaikan hendak bepergian bersama anak keduanya, namun tidak secara rinci menjelaskan tujuan akhir perjalanan.

“Awalnya saya mendapat informasi dari sepupu di Jeneponto kalau istri saya mau ke Makassar. Setelah itu saya coba hubungi, tapi nomor teleponnya sudah tidak aktif,” ujar Taufik Kepada Awak Media. 

Taufik yang saat itu berada di Kendari kemudian berusaha menelusuri perjalanan istrinya dengan menghubungi sopir kendaraan yang mengantar. Berdasarkan keterangan sopir, Sari Amelia Putri dan anaknya tidak turun di alamat keluarga di wilayah Kabupaten Gowa sebagaimana rencana awal, melainkan diturunkan di Terminal Malengkeri, Makassar.

Sopir juga menyebut keduanya dijemput seseorang yang datang menggunakan sepeda motor. Namun identitas orang tersebut tidak diketahui karena menggunakan helm tertutup.

Sejak saat itu, komunikasi dengan Sari Amelia Putri terputus. Nomor telepon yang biasa digunakan tidak lagi aktif. Taufik mengaku sempat menerima pesan singkat dari nomor yang sama pada keesokan harinya, yang berisi permintaan agar tidak melakukan pencarian. Setelah pesan tersebut, nomor kembali tidak bisa dihubungi.

Merasa khawatir atas keselamatan istri dan anaknya, Taufik memutuskan berangkat ke Sulawesi Selatan pada awal Februari 2026. Ia telah berada di Makassar selama beberapa hari untuk melakukan pencarian secara langsung.

Upaya pencarian juga ditempuh melalui jalur hukum. Taufik mengaku sempat melapor ke Polres Jeneponto, namun diarahkan untuk membuat laporan di Makassar karena lokasi terakhir yang diketahui berada di wilayah tersebut.

Ia kemudian mendatangi Polsek Rappocini untuk berkonsultasi dan membuat laporan awal. Selanjutnya, ia diarahkan berkoordinasi dengan Polsek Tamalate dan unit terkait guna membantu proses penelusuran.

Menurut Taufik, aparat kepolisian menyampaikan kemungkinan penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar terminal, serta pelacakan perangkat komunikasi apabila data pendukung tersedia. Namun, keterbatasan utama saat ini adalah nomor telepon yang sudah tidak aktif sejak keberangkatan dari Jeneponto.

Muhammad Taufik dan Sari Amelia Putri diketahui telah menikah sejak 2016 dan selama ini berdomisili di Kendari. Pasangan tersebut memiliki dua anak, namun anak pertama mereka telah meninggal dunia. Taufik menyebut kepergian istrinya ke kampung halaman di Jeneponto sebelumnya disampaikan sebagai kunjungan keluarga biasa.

Ia berharap masyarakat yang mungkin melihat atau mengetahui informasi terkait keberadaan istri dan anaknya dapat membantu dengan melapor ke kantor polisi terdekat. Keluarga juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk mempercepat proses pencarian.

“Harapan saya semoga istri dan anak saya bisa segera ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga,” kata Taufik.


Kasus orang hilang menjadi perhatian serius aparat keamanan karena menyangkut keselamatan individu. Koordinasi cepat antara keluarga, masyarakat, dan kepolisian dinilai penting untuk mempercepat penelusuran setiap informasi yang relevan.

TerPopuler