SMKN 2 Kendari Fokus Tingkatkan Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi di Tahun 2026
Kendari – harianpopuler.com - Manajemen SMK Negeri 2 Kendari terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan layanan sekolah pada tahun 2026. Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustafa, menegaskan bahwa sekolah mengusung tiga pilar utama sebagai arah pengembangan, yakni penampilan, pelayanan, dan prestasi.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Mustafa pada Jumat, 23 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa pembenahan dimulai dari aspek penampilan seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, tenaga administrasi, maupun pimpinan sekolah. Penampilan fisik lingkungan sekolah juga menjadi perhatian, mulai dari area depan hingga bagian belakang sekolah.
“Penampilan adalah kesan pertama. Mulai dari siswa, guru, tata usaha, hingga kepala sekolah harus rapi, bersih, dan profesional. Dari ujung kaki hingga rambut harus tertata dengan baik,” ujarnya.
Setelah aspek penampilan dibenahi, pihak sekolah mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Ahmad Mustafa menekankan perubahan pola pikir seluruh warga sekolah dari “dilayani” menjadi “melayani”. Menurutnya, pelayanan pendidikan harus dilaksanakan secara cepat, profesional, akuntabel, dan transparan.
“Tidak boleh ada lagi pola pikir ingin dilayani. Guru, staf, dan seluruh unsur sekolah harus menempatkan diri sebagai pelayan pendidikan. Ketepatan waktu, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi bagian dari pelayanan yang baik,” jelasnya.
Ia optimistis bahwa penampilan yang baik dan pelayanan yang profesional akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut, kata dia, telah dibuktikan pada tahun sebelumnya ketika SMKN 2 Kendari berhasil meraih prestasi di seluruh bidang lomba yang diikuti.
“Pada tahun lalu, SMKN 2 Kendari berhasil meraih prestasi di 11 bidang lomba dari tingkat provinsi hingga nasional. Alhamdulillah, semuanya membuahkan hasil yang membanggakan,” ungkapnya.
Memasuki tahun 2026, pihak sekolah menargetkan peningkatan prestasi yang lebih baik lagi, termasuk mendorong siswa yang memiliki bakat dan keterampilan khusus agar berkembang secara optimal melalui pembinaan yang terarah.
Terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026, Ahmad Mustafa menjelaskan bahwa mekanisme pengelolaan masih mengacu pada 12 komponen pembiayaan sesuai ketentuan, antara lain pengembangan perpustakaan, kegiatan ekstrakurikuler, pemeliharaan sarana dan prasarana, hingga pembayaran tenaga pendukung seperti petugas keamanan dan kebersihan.
Ia juga memaparkan bahwa jumlah siswa SMKN 2 Kendari berdasarkan data Dapodik mengalami peningkatan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.217 siswa, dan pada tahun 2026 bertambah delapan siswa sehingga total menjadi 1.225 siswa.
Dalam pengelolaan keuangan, pihak sekolah menegaskan komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Penyusunan Anggaran Kegiatan dan Rencana Kerja Sekolah (ARKAS) dilakukan dengan melibatkan seluruh dewan guru dan staf.
“Semua guru dan staf terlibat dalam penyusunan anggaran. Kami menampung kebutuhan dari bawah, kemudian dibahas bersama, dirumuskan, dan diputuskan melalui rapat besar. Semua pihak bertanggung jawab atas hasil keputusan tersebut,” jelasnya.
Sebagai bentuk keterbukaan, hasil perencanaan dan penggunaan anggaran dipublikasikan secara terbuka melalui media informasi sekolah, termasuk baliho berukuran besar, agar dapat diakses oleh siswa, orang tua, dan masyarakat umum.
Ahmad Mustafa menambahkan bahwa karakteristik SMK berbeda dengan SMA, terutama dalam kebutuhan praktik pembelajaran. Oleh karena itu, sebagian anggaran diarahkan untuk pengadaan alat praktik sesuai perkembangan teknologi, termasuk rencana pengadaan perangkat drone untuk mendukung pembelajaran jurusan Geomatika.
“Kami ingin siswa akrab dengan teknologi yang digunakan di dunia kerja. Ini bagian dari upaya menciptakan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengelolaan anggaran dilakukan secara kolektif dan bertanggung jawab, sehingga tidak terpusat pada satu pihak. Transparansi tersebut diharapkan dapat menghilangkan berbagai prasangka dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan pendidikan di SMKN 2 Kendari.
“Uang pendidikan adalah amanah negara dan hak siswa. Kami berusaha mengelolanya dengan jujur dan terbuka agar membawa manfaat dan keberkahan bagi semua,” tutupnya.
(Redaksi).
