Diduga Janji Tak Kunjung Direalisasikan, Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Keluhkan Status Akademik Harian Populer (HP). : Diduga Janji Tak Kunjung Direalisasikan, Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Keluhkan Status Akademik

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Diduga Janji Tak Kunjung Direalisasikan, Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Keluhkan Status Akademik

Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026

Ketgam Ilustrasi. Janji Tak Kunjung Direalisasikan, Mahasiswa STIMIK Bina Bangsa Kendari Keluhkan Status Akademik


Kendari - harianpopuler.com - Sejumlah mahasiswa dan alumni STIMIK Bina Bangsa Kendari mengungkapkan kekecewaan atas ketidakjelasan status akademik mereka. Pasalnya, sekitar 500 mahasiswa diduga belum terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kamis, 9/4/2026


Kondisi tersebut memicu keresahan, terutama di kalangan alumni yang mengaku belum menerima ijazah meski telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademik dan administrasi. Sejumlah mahasiswa bersama keluarga bahkan telah berulang kali mendatangi pihak kampus untuk meminta kejelasan.


Namun, hingga kini, upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil. Pihak kampus diduga hanya memberikan janji tanpa kepastian yang jelas. Situasi ini dilaporkan telah berlangsung cukup lama, dari bulan ke bulan hingga bertahun-tahun tanpa penyelesaian konkret.


“Yang kami terima hanya janji dan penjelasan yang tidak pasti. Sampai tahun 2026 ini belum ada kejelasan,” ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.


Akibat persoalan tersebut, sebagian mahasiswa mulai menuntut pengembalian dana yang telah dibayarkan kepada pihak kampus. Kampus tersebut diketahui dikelola oleh Muliati Saiman.


Mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap manajemen kampus yang dinilai belum memberikan kepastian atas status akademik mereka. Mereka menilai, kewajiban pembayaran telah dipenuhi, namun hak sebagai mahasiswa belum terpenuhi sepenuhnya.


“Kami sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, tetapi status kami tidak terdaftar di PDDikti. Seharusnya kami sudah lulus dan memiliki ijazah untuk keperluan pekerjaan,” ungkap mahasiswa lainnya.


Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah mahasiswa menyatakan tidak lagi merekomendasikan kampus tersebut kepada calon mahasiswa baru, termasuk kepada keluarga, kerabat, maupun kolega. Mereka juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih perguruan tinggi guna menghindari kejadian serupa.

TerPopuler