![]() |
| Program Beasiswa Pemda Konawe Mandek, Kampus dan Mahasiswa Resah |
KONAWE – harianpopuler.com - Keterlambatan pencairan beasiswa Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe terus menuai sorotan. Hingga saat ini, penerima beasiswa semester genap dilaporkan belum menerima hak mereka sejak bulan lalu, sementara proses perkuliahan telah berjalan selama dua minggu. Selasa, 14/4/2026
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Al Kadri, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa pihak kampus telah mengajukan data mahasiswa penerima beasiswa sejak Maret. Namun, hingga kini belum ada kejelasan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemda Konawe.
“Kami sudah mengajukan sejak bulan Maret, namun sampai sekarang belum ada kejelasan terkait pencairannya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Dr. Melati, S.E., M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa tidak dapat melakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) apabila belum melunasi pembayaran SPP/UKT. Hal ini disebabkan sistem akademik kampus (SIAKAD) secara otomatis membatasi akses tersebut.
“Mahasiswa tidak bisa menawar mata kuliah jika belum melunasi pembayaran SPP/UKT karena seluruh proses dilakukan melalui sistem SIAKAD,” jelasnya.
Ketua HIMAGRIS, Abdi Setyawan, turut menyoroti kinerja Kabag Kesra yang dinilai menjadi penyebab mandeknya program beasiswa tersebut. Ia menyebut kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa.
“Perkuliahan sudah dimulai sejak dua minggu lalu, namun beasiswa belum juga cair. Ini menimbulkan kekhawatiran karena mahasiswa terancam tidak bisa mengikuti perkuliahan,” katanya.
Ia menambahkan, banyak mahasiswa belum dapat mengisi KRS akibat terkendala pembayaran SPP/UKT. Kondisi ini berpotensi menghambat proses akademik secara keseluruhan.
Selain itu, ketidakjelasan mekanisme pencairan—apakah melalui rekening pribadi mahasiswa atau langsung ke pihak kampus—semakin memperkeruh situasi dan membingungkan para penerima beasiswa.
Mahasiswa bersama pihak kampus mendesak Pemda Konawe, khususnya Kabag Kesra, untuk segera memberikan kejelasan serta mempercepat proses pencairan. Transparansi dan langkah konkret dinilai sangat dibutuhkan agar program ini berjalan sesuai tujuan, yakni membantu mahasiswa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Konawe.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kabag Kesra Pemda Konawe terkait keterlambatan tersebut
