Pria di Luwu Utara Ditangkap Usai Menyamar Jadi Polisi dan Tipu Sejumlah Perempuan Harian Populer (HP). : Pria di Luwu Utara Ditangkap Usai Menyamar Jadi Polisi dan Tipu Sejumlah Perempuan

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Berlubang,Hancur Dan Rusak Parah Jalan Poros di Desa Awuliti, Desa Meraka Lambuya Kab.Konawe. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Pria di Luwu Utara Ditangkap Usai Menyamar Jadi Polisi dan Tipu Sejumlah Perempuan

Selasa, 13 Januari 2026, Januari 13, 2026

Ketgam Ilustrasi


Luwu Utara – harianpopuler.com - Seorang pria di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, ditangkap aparat kepolisian setelah terbukti menyamar sebagai anggota polisi dan menipu sejumlah perempuan. Pelaku diketahui bernama Masriadi alias Adi, yang selama ini mengaku sebagai anggota Polsek Masamba dengan pangkat IPDA.


Dalam menjalankan aksinya, Adi mengenakan seragam lengkap dan atribut kepolisian palsu. Penampilannya yang meyakinkan membuat beberapa perempuan percaya dan menjalin hubungan dekat dengannya. Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya enam orang perempuan menjadi korban, terdiri dari lima janda dan satu tenaga kesehatan.


Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah unggahan di media sosial Instagram pada Sabtu (10/1/2026) viral dan menyebutkan bahwa Adi sebenarnya bukan anggota polisi. Dalam unggahan tersebut terungkap bahwa pelaku sehari-hari hanya bekerja sebagai tukang kayu. Ia diduga membeli sendiri seragam serta perlengkapan polisi untuk melancarkan aksi penipuannya.


Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi. Adi awalnya mendekati para korban melalui media sosial, kemudian membangun komunikasi intensif hingga berlanjut ke pertemuan langsung. Dalam setiap pertemuan, ia selalu menampilkan diri sebagai aparat kepolisian aktif, bahkan kerap menunjukkan pangkat dan atribut kepolisian untuk memperkuat pengakuannya.


Tak hanya itu, pelaku juga mengklaim memiliki kendaraan dinas dan menyebut dirinya bertugas di wilayah Masamba. Dengan berbagai cerita dan janji, para korban akhirnya percaya dan menjalin hubungan personal dengan pelaku. Beberapa korban bahkan mengaku telah memberikan bantuan materi maupun dukungan lain karena yakin pelaku adalah aparat penegak hukum.


Kecurigaan mulai muncul ketika salah satu korban merasa janggal lantaran tidak pernah diajak ke kantor polisi, meskipun sebelumnya dijanjikan akan diperkenalkan dengan rekan-rekan sesama anggota. Selain itu, identitas dan aktivitas pelaku dinilai tidak konsisten dengan profesi sebagai anggota polisi.


Merasa ada kejanggalan, pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, aparat melakukan penyelidikan mendalam terhadap pelaku. Dari hasil penyelidikan, polisi mendatangi rumah Adi dan menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya seragam polisi, tanda pangkat, serta kartu identitas kepolisian palsu.


Setelah cukup bukti, Adi akhirnya diamankan oleh polisi dan dibawa ke Polsek Masamba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, pelaku telah ditahan dan masih menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.


Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap seseorang yang mengaku sebagai aparat penegak hukum. Masyarakat diminta untuk selalu memastikan identitas resmi dan tidak ragu melaporkan ke pihak berwenang apabila menemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan atribut negara.


Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan atribut kepolisian merupakan tindak pidana serius yang dapat merugikan banyak pihak. Aparat berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat semakin kritis dalam menyikapi pengakuan seseorang, terutama yang berkaitan dengan institusi resmi negara.

TerPopuler