KENDARI – harianpopuler.com - Keluhan warga terkait pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang bocor di wilayah Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, tepatnya di depan Perumnas Patoro, telah ditindaklanjuti dan diperbaiki oleh pihak PDAM.
Direktur Utama PDAM saat dikonfirmasi media ini pada Senin (9/3/2026) menjelaskan, penanganan keluhan masyarakat kini dipermudah melalui aplikasi layanan bernama Lagacor.
Menurutnya, aplikasi tersebut dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan maupun keluhan terkait layanan air bersih.
“Melalui aplikasi Lagacor, masyarakat dapat langsung melaporkan keluhan. Kami menargetkan setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti dalam waktu kurang dari 1x24 jam,” ungkapnya saat diwawancarai di ruang kerja stafnya.
Ia menambahkan, pengembangan aplikasi Lagacor telah dimulai sejak akhir tahun 2025 dan mulai dioperasikan pada Februari 2026. Ke depan, aplikasi tersebut juga akan dipublikasikan secara luas dan dapat diakses melalui telepon seluler.
“Rencananya aplikasi ini akan diluncurkan secara resmi bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kota Kendari,” tambahnya.
Selain persoalan teknis di lapangan, pihak PDAM juga menghadapi kendala lain, yakni masih banyaknya pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air.
“Kendala lain yang kami hadapi adalah masih banyak pelanggan yang menunggak pembayaran,” ujarnya.
Dengan hadirnya aplikasi Lagacor, PDAM berharap sistem pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap setiap keluhan pelanggan.
