Buton Utara – harianpopuler.com - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Pembangunan Infrastruktur Buton Utara berlangsung ricuh di halaman Kantor DPRD Buton Utara, Kamis (5/3/2026).
Kericuhan terjadi saat massa aksi terlibat adu dorong dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika mencoba menyampaikan tuntutan mereka di depan gedung DPRD.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah daerah, DPRD Buton Utara, serta pihak PT PLN (Persero) terkait seringnya terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut. Kondisi itu dinilai telah meresahkan masyarakat, terutama karena kerap terjadi setiap bulan suci Ramadan.
Salah satu orator aksi, Ali, yang merupakan perwakilan dari DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional Sulawesi Tenggara, menyampaikan bahwa aksi tersebut lahir dari keresahan masyarakat atas buruknya pelayanan kelistrikan di daerah itu.
Menurutnya, pemadaman listrik saat Ramadan sudah menjadi persoalan berulang yang hingga kini belum terselesaikan.
Baca juga artikel berita sebelumnya 👇
PERNYATAAN SIKAP: WARGA KABUPATEN BUTON UTARA KELUHKAN LAYANAN LISTRIK
“Ini seperti menjadi tradisi buruk setiap bulan suci Ramadan. Bukan baru kali ini, tetapi sudah sering terjadi,” ujar Ali dalam orasinya.
Ia juga menyoroti minimnya kehadiran anggota DPRD saat massa aksi datang untuk menyampaikan aspirasi.
“Sayang sekali kami datang ke DPRD, dari 20 anggota dewan hanya satu orang yang terlihat. Kami berharap ada solusi nyata. Saya juga menekankan kepada manajer PLN agar memperkuat pengawasan, mengingat pemadaman yang terjadi sering kali tidak terencana seperti yang dijelaskan,” katanya.
Ali menilai, persoalan pemadaman listrik yang terus terjadi selama 17 tahun sejak pemekaran daerah seharusnya sudah dapat diselesaikan.
Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat berkolaborasi dengan pihak terkait untuk melahirkan solusi konkret, sebagaimana hasil dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilakukan.
“Semoga Pemda dan DPRD bisa berkolaborasi untuk melahirkan solusi nyata atas persoalan ini,” harapnya.
(Henr3d).

