Harianpopuler.com - Seorang penumpang kapal penumpang KM Tilongkabila dilaporkan meninggal dunia saat kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (20/12/2025) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita.
Penumpang tersebut diketahui bernama Abdul Rasyid, seorang dosen berstatus aparatur sipil negara (ASN), warga Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Korban menumpang KM Tilongkabila dengan rute pelayaran dari Gorontalo menuju Kendari.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk, Hasfar M, SE, MM, yang memimpin langsung proses evakuasi jenazah, menjelaskan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan.
“Namun Berdasarkan temuan jenazah korban perkiraan awal, korban diduga meninggal dunia sekitar 30 menit sebelum kapal sandar di Pelabuhan Luwuk,”
Diketahui Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di tempat tidurnya oleh pihak kapal. Setelah dilakukan penanganan awal dan proses evakuasi, jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut, termasuk autopsi, guna mengetahui penyebab kematian secara pasti.
Jenazah rencananya akan diterbangkan ke Kota Kendari untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Usai proses pemeriksaan dan autopsi selesai, Seluruh biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai operator kapal.
Pihak berwenang masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesehatan selama perjalanan adalah hal yang sangat penting. Setiap individu diimbau untuk memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh serta segera melapor kepada awak kapal apabila mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, sinergi antara pihak kapal, otoritas pelabuhan, dan layanan kesehatan menjadi kunci dalam penanganan darurat demi keselamatan penumpang. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bersama dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
