KONAWE – harianpopuler.com - Sejumlah karyawan PT SolusiGo dan PT Panca Pilar Sejahtera (PPS) menyoroti dugaan ketidakkonsistenan perusahaan dalam proses perekrutan tenaga kerja di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Sorotan tersebut mencuat dalam aksi mogok kerja yang dilakukan para pekerja pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam penyampaian aspirasi, massa aksi mengaku kecewa karena perusahaan sebelumnya disebut menyampaikan tidak lagi membuka penerimaan tenaga kerja. Namun di sisi lain, pekerja menilai masih ada perekrutan karyawan baru yang diduga berasal dari luar daerah.
Kondisi itu memicu keresahan di kalangan pekerja lokal dan masyarakat sekitar kawasan industri. Mereka mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal, khususnya putra daerah Morosi dan wilayah sekitar.
Salah seorang peserta aksi menyebut masyarakat lokal merasa tersisih meski kawasan industri beroperasi di wilayah mereka sendiri.
“Perusahaan pernah menyampaikan sudah tidak menerima karyawan lagi, tetapi kenyataannya masih ada tenaga kerja baru yang masuk. Sementara kami yang merupakan putra daerah justru kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ujar salah satu massa aksi.
Selain menuntut pembayaran hak-hak karyawan dan kejelasan kontrak kerja, massa aksi juga meminta perusahaan agar lebih terbuka dalam proses rekrutmen tenaga kerja serta memberikan prioritas kepada masyarakat lokal sesuai kebutuhan perusahaan dan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT SolusiGo maupun PT Panca Pilar Sejahtera terkait tuntutan dan keluhan yang disampaikan para pekerja dalam aksi tersebut.
