KENDARI, - harianpopuler.com - Sebelumnya, dugaan pungutan liar (pungli) di SD Negeri 92 Kendari mencuat setelah adanya keluhan dari sejumlah orang tua siswa terkait pembelian EdiCard dan paket data internet untuk kebutuhan ujian sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 92 Kendari memberikan klarifikasi kepada media dan menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah melakukan pungutan secara wajib kepada siswa maupun orang tua murid.
Dalam keterangannya, kepala sekolah menjelaskan bahwa penggunaan EdiCard telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari kebutuhan pelaksanaan ujian berbasis digital. Wali kelas, kata dia, hanya menyampaikan kepada orang tua siswa agar membeli EdiCard yang tersedia di toko buku.
Namun, lanjutnya, terdapat beberapa siswa yang belum sempat membeli kartu tersebut sehingga guru membantu menyediakan EdiCard kepada siswa dengan harga sekitar Rp8 ribu per kartu.
“Guru hanya membantu ketika ada siswa yang belum memiliki EdiCard. Tidak ada unsur pemaksaan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Terkait penggunaan paket data internet, pihak sekolah juga membantah adanya kewajiban yang dibebankan kepada orang tua siswa. Kepala sekolah menyebut, kapasitas jaringan wifi sekolah belum mampu menjangkau seluruh peserta ujian yang berjumlah 116 siswa secara bersamaan.
Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya telah menggelar pertemuan bersama orang tua siswa untuk membahas teknis pelaksanaan ujian menggunakan telepon genggam, termasuk kesiapan paket data internet siswa selama ujian berlangsung.
“Wifi sekolah memang ada, tetapi kapasitasnya terbatas. Karena itu kami menyampaikan kepada orang tua agar membantu menyiapkan paket data anak-anaknya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, apabila terdapat siswa yang tidak memiliki paket data, guru berinisiatif membantu mengisikan paket internet agar siswa tetap dapat mengikuti ujian.
Pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut dilakukan demi mendukung kelancaran pelaksanaan ujian dan bukan merupakan bentuk pungutan liar sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.
**
