Konsel - Medsos - Harianpopuler.com - Suasana malam hari tampak semarak saat masyarakat menggelar Molulo, tarian pergaulan khas adat Suku Tolaki, Sulawesi Tenggara, sebagai rangkaian acara usai pernikahan, Minggu (21/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, dan dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, masyarakat tampak berjejer membentuk barisan panjang sambil bergandengan tangan, mengikuti irama musik yang mengiringi tarian Molulo. Anak muda hingga orang dewasa ikut larut dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam budaya Tolaki.
Molulo bukan sekadar tarian hiburan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai simbol persatuan, kekeluargaan, dan rasa syukur atas terlaksananya prosesi pernikahan. Tradisi ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga kelestarian adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Pelaksanaan Molulo pada malam hari dengan tenda dan pencahayaan yang memadai menambah kesan sakral sekaligus meriah. Antusiasme warga menunjukkan bahwa tradisi adat masih mendapat tempat penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Desa Laeya.
Hingga kini, Molulo tetap dilestarikan oleh masyarakat Suku Tolaki sebagai bagian dari identitas budaya daerah yang kaya akan nilai luhur, sekaligus menjadi warisan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan.
#Molulo
