KONAWE - Harianpopuler.com - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe menjelaskan pada media bahwa pendistribusian alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk program brigade pangan belum akan dilakukan sebelum seluruh proses cetak sawah dinyatakan selesai dan siap tanam. Senin, 29/12/2025
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu staf sekaligus penanggung jawab gudang alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Konawe. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan alsintan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh penerima yang telah siap mengelola lahan.
“Alat untuk kerja sawah belum akan dibagikan sebelum cetak sawah selesai. Setelah selesai cetak dan dinyatakan siap tanam, barulah alsintan langsung dibagikan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, lebih dari 1.400 hektare lahan sawah menjadi target program cetak sawah yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Konawe. Alsintan tersebut akan diperuntukkan bagi tujuh brigade pangan yang telah terdata secara resmi sebagai calon penerima.
Adapun wilayah penerima program meliputi kawasan Arah Wawotobi–Pondidaha I serta Kecamatan Puriala, yang memiliki luasan lahan cukup signifikan. Dari total tujuh brigade pangan, diperkirakan masing-masing akan mengelola lahan dengan total luasan sekitar 700 hektare.
Lebih lanjut dijelaskan, alsintan yang disiapkan saat ini merupakan bantuan pengadaan tahun anggaran 2025 dari kementerian terkait, sementara untuk pengadaan tahun 2026 masih akan dilakukan evaluasi lanjutan sesuai kesiapan brigade pangan penerima.
“Kalau mereka menyatakan sudah siap tanam, maka alat langsung kami turunkan. Namun selama belum siap tanam, alsintan tetap berada dan diamankan di kantor,” ungkapnya.
Ia menambahkan, apabila proses cetak sawah baru rampung pada tahun 2026, maka pendistribusian alsintan juga akan dilakukan pada tahun yang sama dan hanya diberikan kepada brigade pangan yang telah terverifikasi serta siap operasional.
Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung efektivitas program cetak sawah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan berkelanjutan.
(Redaksi).
