KENDARI - harianpopuler.com - Suasana di kawasan THR Kota Kendari mendadak ramai setelah terjadi adu mulut antara seorang pria dan wanita yang diduga dipicu persoalan transaksi open B.O. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, (22/5/2026) dan sempat menarik perhatian warga sekitar.
Keributan itu pertama kali diketahui saat tim patroli Polda Sulawesi Tenggara melintas di lokasi dan mendengar teriakan dari depan salah satu rumah warga. Petugas kemudian turun tangan untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi pertikaian fisik.
Saat dimintai keterangan, pria yang terlibat dalam cekcok tersebut membantah telah membuat keributan. Ia mengaku hanya berusaha memanggil seorang wanita karena merasa tidak mendapatkan respons atas komunikasi sebelumnya. Namun, pertemuan keduanya justru berubah menjadi perdebatan terbuka di depan warga.
Dari penjelasan yang disampaikan kepada petugas, pria tersebut mengaku pernah menjalin komunikasi dengan wanita itu terkait kesepakatan open B.O dan sempat mengirim sejumlah uang. Ia merasa kecewa karena wanita tersebut tidak datang menemuinya saat dirinya berada di wilayah Konawe Utara.
Sementara itu, wanita yang bersangkutan membantah tudingan tersebut dan menyebut keduanya telah lama saling mengenal. Ia mengaku sebelumnya sudah beberapa kali bertemu dengan pria tersebut dan bahkan menyinggung adanya hubungan pribadi di masa lalu.
Perdebatan pun semakin memanas ketika persoalan uang mulai dipersoalkan di hadapan petugas patroli. Wanita itu menilai nominal uang yang dipermasalahkan tidak terlalu besar, sedangkan pria tersebut tetap meminta penjelasan terkait komunikasi yang terputus setelah dirinya melakukan transfer.
Dalam percakapan yang didengar petugas, diketahui uang yang dipersoalkan berjumlah sekitar Rp500 ribu, terdiri dari Rp450 ribu serta tambahan Rp50 ribu yang disebut untuk biaya bensin.
Untuk mencegah situasi semakin memanas, tim patroli Polda Sulawesi Tenggara kemudian melakukan pendekatan persuasif dan menenangkan kedua pihak. Setelah diberikan arahan, kondisi di lokasi akhirnya kembali kondusif dan aktivitas warga kembali normal.
