Jalan Rusak di Kawasan THR Kendari Dikeluhkan Warga, Pengendara Terancam Celaka Harian Populer (HP). : Jalan Rusak di Kawasan THR Kendari Dikeluhkan Warga, Pengendara Terancam Celaka

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Jalan Rusak di Kawasan THR Kendari Dikeluhkan Warga, Pengendara Terancam Celaka

Rabu, 01 April 2026, April 01, 2026

Jalan Rusak di Kawasan THR Kendari Dikeluhkan Warga, Pengendara Terancam Celaka


KENDARI – harianpopuler.com - Warga mengeluhkan kondisi jalan rusak di Jalan Budi Utomo, kawasan THR, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Kerusakan berupa lubang cukup dalam dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat hujan. 1/42026


Sejumlah pengendara mengaku kerap terkejut saat melintasi ruas tersebut. Lubang-lubang di badan jalan sering tertutup genangan air sehingga sulit terlihat.


“Sering kaget kalau lewat, hampir jatuh karena tidak kelihatan lubangnya saat tergenang air,” ujar salah seorang pengendara.


Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua di jalur poros menuju kawasan THR Budi Utomo.


Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses penting yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.


“Harapan kami segera diperbaiki. Ini jalan utama yang ramai dilalui, jadi sangat berisiko kalau dibiarkan,” ungkap warga lainnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kendari, Muh. Jayadi, saat dikonfirmasi Rabu (1/4/2026), mengakui bahwa kerusakan jalan di kawasan tersebut merupakan keluhan rutin masyarakat setiap tahun.


Ia menyebut, pihaknya tengah mengupayakan perbaikan secara menyeluruh. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama.


“Perbaikan membutuhkan biaya besar. Kami sedang mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN. Perencanaan sudah disiapkan, mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” ujarnya.


Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya tambal sulam, melainkan harus dilakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh agar lebih tahan lama. Selain itu, ruas jalan tersebut juga direncanakan akan ditingkatkan menjadi dua jalur.


Ia memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp30 miliar, dengan rencana penanganan dari simpang Wua-Wua hingga kawasan THR.


Pemerintah berharap proses penganggaran dapat berjalan lancar sehingga perbaikan bisa segera dilakukan demi mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

TerPopuler