Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Warga Perumahan Margahayu Land Kendari Desak Pengembang Bertanggung Jawab Harian Populer (HP). : Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Warga Perumahan Margahayu Land Kendari Desak Pengembang Bertanggung Jawab

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Warga Perumahan Margahayu Land Kendari Desak Pengembang Bertanggung Jawab

Minggu, 09 November 2025, November 09, 2025

Tiga Hari Tanpa Air Bersih, Warga Perumahan Margahayu Land Kendari Desak Pengembang Bertanggung Jawab


Kendari, Sulawesi Tenggara - harianpopuler.com - Warga Perumahan Margahayu Land, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, mengeluhkan terhentinya pasokan air bersih selama tiga hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu dan menimbulkan keresahan di kalangan penghuni perumahan.


Akibat tidak mengalirnya air dari sumur bor yang dikelola pihak pengembang, sejumlah warga terpaksa memanfaatkan fasilitas air di masjid kompleks untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan buang air.


“Air sudah tidak mengalir selama tiga hari, tetapi pihak pengembang tidak memberikan penjelasan maupun tindakan apa pun. Kami benar-benar kesulitan. Sangat disayangkan, perumahan sekelas ini justru tidak mampu menyediakan layanan air bersih secara layak,” ungkap Ucu, salah satu warga Margahayu Land, kepada awak media, Minggu (8/11).


Ucu menilai, pengembang terkesan abai terhadap tanggung jawab sosialnya sebagai pengelola lingkungan hunian. “Jika memang tidak sanggup mengelola air, sebaiknya dikelola langsung oleh warga agar tidak terus terjadi seperti ini,” ujarnya.


Senada dengan itu, La Darman, warga lainnya, menyampaikan bahwa gangguan air bersih di kompleks tersebut bukan kali pertama terjadi. Namun, menurutnya, respons pengembang terhadap keluhan warga selama ini sangat lambat.


“Pemadaman air seperti ini sudah sering terjadi. Setiap kali kami lapor, selalu ada alasan seperti gangguan teknis atau pulsa habis, tapi tidak pernah ada solusi jangka panjang. Air bersih itu kebutuhan pokok, bukan fasilitas tambahan,” tegas La Darman dengan nada kecewa.


Warga berharap pihak pengembang segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi air dan memberikan kejelasan mengenai penanganan masalah tersebut. Mereka juga meminta adanya transparansi dalam pengelolaan fasilitas publik di lingkungan perumahan.


“Kami hanya ingin hak kami sebagai penghuni dipenuhi. Jangan sampai kami lakukan unjuk rasa karena terus menderita dengan kelalaian pihak pengembang,” pungkas salah satu warga.


TerPopuler