Guru Honorer R2 dan R3 di Konawe Berduka, Tak Terakomodir dalam Pengumuman PPPK Paruh Waktu Harian Populer (HP). : Guru Honorer R2 dan R3 di Konawe Berduka, Tak Terakomodir dalam Pengumuman PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Berlubang,Hancur Dan Rusak Parah Jalan Poros di Desa Awuliti, Desa Meraka Lambuya Kab.Konawe. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Guru Honorer R2 dan R3 di Konawe Berduka, Tak Terakomodir dalam Pengumuman PPPK Paruh Waktu

Selasa, 16 September 2025, September 16, 2025

Guru Honorer R2 dan R3 di Konawe Berduka, Tak Terakomodir dalam Pengumuman PPPK Paruh Waktu


Konawe, 16 September 2025 – Sejumlah guru honorer di Kabupaten Konawe, khususnya kategori R2 dan R3, mengaku kecewa dan berduka usai pengumuman seleksi PPPK paruh waktu yang dirilis pada September 2025. Dalam pengumuman tersebut, tidak tercantum nama-nama guru honorer dari kategori R2 dan R3, baik untuk penempatan penuh waktu maupun paruh waktu.


Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan guru honorer. Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa guru bahkan mengaku sulit tidur semalaman karena memikirkan nasib mereka yang belum jelas. Meski demikian, di sela-sela curahan hati dan kekecewaan, suasana pertemuan mereka masih terlihat hangat dan santai.


Lanjut Baca Lagi Penguatan Literasi

Artikel Berita Terkait👇

Guru Honorer di Konawe Gelar Aksi Protes Demonstrasi Terkait Tidak Terakomodirnya R2 dan R3 dalam Pengumuman PPPK Paruh Waktu


Salah satu guru honorer menyampaikan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan sedang mempertimbangkan untuk menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas keputusan yang dianggap tidak adil. “Kami hanya berharap ada kejelasan. Kalau pun tidak bisa terakomodir penuh, setidaknya paruh waktu bisa menjadi solusi. Tapi ternyata nama kami tetap tidak ada,” ungkapnya.


Dari pantauan di lapangan, sejumlah guru berkumpul dan saling berbagi cerita mengenai nasib mereka. Beberapa di antaranya tampak tetap berusaha tersenyum, meski jelas rasa gelisah dan kecewa belum bisa mereka sembunyikan.


Rencana aksi ini masih dalam tahap pembahasan internal. Namun, guru-guru honorer R2 dan R3 berharap pemerintah daerah maupun pusat segera memberikan solusi yang lebih adil, mengingat pengabdian mereka selama bertahun-tahun dalam dunia pendidikan.


*



TerPopuler