Bombana – harianpopuler.com - Sebuah video yang diunggah akun Facebook Firman Latif Sola pada Kamis, 2 April 2026, beredar luas di media sosial. Video tersebut menyoroti buruknya pelayanan di Puskesmas Rarowatu, Kabupaten Bombana.
Dalam video berdurasi 43 detik, perekam menyampaikan kritik keras terhadap kondisi puskesmas yang dinilai tidak berfungsi optimal.
Ia menyebut fasilitas tersebut hanya menghabiskan anggaran, namun tidak diimbangi dengan kehadiran tenaga kesehatan.
“Ini puskesmas tidak ada guna-gunanya, hanya habis-habis uang saja. Perawatnya tidak ada, petugasnya juga tidak ada,” ujar perekam sambil memasuki ruangan dan melakukan perekaman. Terlihat sejumlah ruangan dalam kondisi kosong tanpa petugas.
Video lanjutan berdurasi 1 menit 24 detik memperlihatkan seorang ibu yang mendampingi pasien kecelakaan dengan kondisi patah kaki. Ia mengeluhkan lambannya penanganan medis akibat tidak adanya petugas di lokasi.
“Kami minta untuk ditangani, kasihan. Alasannya belum mandi, belum urus anak. Puskesmas didirikan untuk apa sebenarnya?” keluhnya.
Ia juga mengaku telah menghubungi salah satu bidan, namun mendapat jawaban bahwa yang bersangkutan tidak dapat datang karena bukan jadwal piketnya.
“Kami sudah telepon bidan, tapi katanya belum mandi dan bukan jadwal piket, jadi tidak bisa datang,” tambahnya.
Video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet yang mempertanyakan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Harapan dan Pesan Moral
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Rarowatu. Kehadiran tenaga medis yang sigap dan bertanggung jawab merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditawar, terutama dalam kondisi darurat.
Selain itu, pengawasan terhadap disiplin petugas kesehatan perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang. Fasilitas kesehatan yang dibangun dengan anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan keresahan.
Pesan moral dari kejadian ini adalah pentingnya profesionalisme, empati, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas, khususnya di sektor pelayanan publik. Tenaga kesehatan diharapkan mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan di atas kepentingan pribadi atau alasan administratif.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk terus menyuarakan kritik secara bijak dan konstruktif sebagai bentuk kontrol sosial demi perbaikan layanan publik ke depan.
