Konawe - harianpopuler.com -
Kepala desa setempat mengatakan, kondisi jalan yang menghubungkan wilayah permukiman warga itu telah lama menjadi keluhan masyarakat. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi becek dan sulit dilalui, sementara pada musim kemarau debu berhamburan hingga mengganggu aktivitas warga.“Sudah bertahun-tahun warga mengeluhkan kondisi jalan ini. Kalau hujan becek, kalau kemarau debunya sangat mengganggu,” ujar kepala desa, Jumat (29/5/2026).Ia menjelaskan, upaya pengaspalan sebenarnya sempat dilakukan pada tahun 2022. Saat itu, proyek telah memasuki tahap pengerasan jalan. Namun, pengerjaan mendadak terhenti dan tidak dilanjutkan hingga selesai.“Waktu itu sudah dilakukan pengerasan, tetapi tidak dilanjutkan lagi. Kami juga tidak mengetahui secara pasti alasan proyek tersebut terhenti,” katanya.Meski demikian, harapan masyarakat kembali muncul setelah pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten melakukan pengukuran jalan pada bulan Ramadan 2026 lalu. Pemerintah desa menyebut pengaspalan direncanakan akan direalisasikan tahun ini.Desa Anggoloosi sendiri diketahui memiliki sekitar 194 kepala keluarga (KK) yang selama ini bergantung pada akses jalan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Warga berharap rencana pengaspalan dapat segera terealisasi agar akses transportasi dan perekonomian masyarakat menjadi lebih lancar.
