Aktivitas Pengrajin Kursi di Kolaka, Bukti Ketekunan Usaha Kecil Hingga Berhasil Harian Populer (HP). : Aktivitas Pengrajin Kursi di Kolaka, Bukti Ketekunan Usaha Kecil Hingga Berhasil

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

Aktivitas Pengrajin Kursi di Kolaka, Bukti Ketekunan Usaha Kecil Hingga Berhasil

Jumat, 16 Januari 2026, Januari 16, 2026

Usaha Furnitur Rumahan di Wundulako Kolaka Jadi Penopang Ekonomi Lokal


Kolaka, - harianpopuler.com - Usaha pembuatan kursi yang berlokasi di pinggir Jalan Poros Kolaka–Pomala, Kelurahan Wundulako, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, terus menunjukkan aktivitas produksi yang stabil. Usaha kerajinan furnitur tersebut telah berjalan sekitar dua tahun dan hingga kini mampu menyerap lima orang tenaga kerja lokal. Aktivitas produksi terlihat berlangsung pada Jumat (16/1/2026), dengan para pekerja fokus menyelesaikan pesanan kursi berbahan dasar busa dan rangka kayu.


Berdasarkan pantauan di lokasi, tempat produksi tersebut memanfaatkan bangunan sederhana dengan atap seng dan rangka kayu. Meski tergolong usaha skala kecil hingga menengah, pengrajin ini mampu memproduksi berbagai jenis kursi, mulai dari sofa tamu, kursi minimalis, hingga model pesanan sesuai kebutuhan konsumen. Sejumlah kursi yang telah selesai tampak tersusun rapi, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengerjaan.


Salah satu pekerja terlihat sedang melakukan proses pemasangan dan perapian lapisan kursi menggunakan alat semprot angin. Di sekeliling area kerja, terdapat tumpukan busa, potongan kayu, kain pelapis, serta peralatan kerja yang menjadi bagian dari proses produksi furnitur. Aktivitas tersebut mencerminkan dinamika kerja pengrajin lokal yang mengandalkan keterampilan tangan dan pengalaman.


Pemilik usaha menyebutkan bahwa usaha pembuatan kursi ini dirintis secara mandiri dan berkembang secara bertahap. Awalnya, produksi dilakukan dalam jumlah terbatas dengan peralatan sederhana. Seiring meningkatnya permintaan dari masyarakat sekitar, usaha tersebut mulai menambah jumlah pekerja dan memperluas variasi produk.


Keberadaan usaha furnitur di pinggir jalan poros dinilai strategis karena mudah diakses oleh masyarakat. Lokasi yang berada di jalur penghubung Kolaka–Pomala memudahkan calon pembeli untuk melihat langsung hasil produksi. Tidak sedikit pelanggan yang datang langsung ke lokasi untuk memesan kursi sesuai ukuran, model, dan warna yang diinginkan.


Dari sisi ekonomi, usaha ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Lima orang pekerja yang terlibat berasal dari wilayah setempat, sehingga turut membantu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, keberadaan usaha kecil seperti ini menjadi salah satu penopang ekonomi lokal.


Selain melayani pesanan perorangan, pengrajin juga menerima permintaan dari toko furnitur dan pelanggan yang membutuhkan kursi dalam jumlah tertentu. Harga yang ditawarkan relatif kompetitif, menyesuaikan dengan bahan dan tingkat kesulitan pengerjaan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menginginkan produk lokal dengan kualitas yang dapat disesuaikan.


Meski demikian, pelaku usaha mengakui masih menghadapi sejumlah kendala. Kenaikan harga bahan baku seperti busa, kayu, dan kain pelapis menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, keterbatasan modal usaha juga mempengaruhi kapasitas produksi dalam memenuhi pesanan dalam jumlah besar. Namun, hal tersebut diupayakan dengan pengelolaan produksi yang bertahap dan efisien.


Di sisi lain, pemanfaatan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut menjadi strategi utama dalam memperkenalkan produk. Dokumentasi hasil karya dan testimoni pelanggan dinilai cukup membantu menarik minat konsumen baru. Ke depan, pengrajin berharap dapat meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.


Pemerhati usaha mikro menilai bahwa pengrajin furnitur seperti ini perlu mendapat dukungan, baik melalui pelatihan keterampilan, akses permodalan, maupun pendampingan pemasaran. Dengan dukungan yang tepat, usaha lokal berpotensi berkembang lebih besar dan mampu bersaing dengan produk furnitur dari luar daerah.


Aktivitas pengrajin kursi di Kelurahan Wundulako ini menjadi gambaran nyata ketekunan pelaku usaha kecil dalam mempertahankan mata pencaharian. Di tengah keterbatasan, semangat kerja dan kreativitas terus menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

TerPopuler