Wawotobi, Konawe - 12 September 2025 – Dana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOS Kinerja) yang diterima sejumlah sekolah di Kabupaten Konawe dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam pelatihan pembelajaran mendalam sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka.
Kepala Sekolah SDN 1 Wawotobi, Inyani, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa BOS Kinerja diperoleh berdasarkan hasil asesmen sekolah. Dari penilaian tersebut, sekolah penerima ditentukan melalui peringkat, mulai dari kategori merah hingga kuning. “Dana BOS Kinerja tahun ini dimanfaatkan untuk pelatihan guru, khususnya dalam peningkatan kompetensi pembelajaran mendalam yang merupakan lanjutan dari Kurikulum Merdeka,” ungkapnya.
Menurut Inyani, kegiatan pelatihan sudah dimulai dengan Coding KKA sejak satu minggu lalu, dan program ini akan terus berlanjut sekitar tiga bulan. Dalam setiap sekolah penerima BOS Kinerja, terdapat dua guru yang diutus untuk mengikuti pelatihan. Untuk tingkat SD, pelatihan dipusatkan di SDN 1 Wawotobi sebagai lokus pertama, dan SD Tumpas sebagai lokus kedua. Sementara itu, di tingkat SMP, SMPN 1 Unaaha menjadi salah satu penerima BOS Kinerja, serta SMPN 2 Unaaha yang turut mengembangkan program Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS).
Pelatihan ini juga dilengkapi dengan tes awal dan tes akhir untuk mengukur kemampuan guru. Hasil yang baik memungkinkan peserta pelatihan membagikan ilmunya kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing. “Dengan begitu, model pembelajaran mendalam tidak hanya berhenti pada guru yang ikut pelatihan, tetapi juga bisa diimbaskan kepada guru lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Inyani menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran mendalam tahap kedua (BAK 2) akan dimulai pada 13 hingga 18 September 2025 dengan jumlah peserta yang lebih banyak dibandingkan tahap pertama. SDN 1 Wawotobi dipilih sebagai lokasi utama karena fasilitas yang memadai, termasuk ketersediaan aula.
“Sekolah kami sendiri sebenarnya tidak menerima BOS Kinerja, tetapi kami dipercaya menjadi fasilitator kegiatan pelatihan pembelajaran mendalam ini,” tutup Inyani.
**
