Anak Warga Desa Unggulino Diduga Dimarahi Berlebihan Usai Ambil Ikan di Empang Harian Populer (HP). : Anak Warga Desa Unggulino Diduga Dimarahi Berlebihan Usai Ambil Ikan di Empang

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., DP3A Konsel Bantah Isu Kompensasi dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

Anak Warga Desa Unggulino Diduga Dimarahi Berlebihan Usai Ambil Ikan di Empang

Senin, 21 September 2026, September 21, 2026

Anak Warga Desa Unggulino Diduga Dimarahi Berlebihan Usai Ambil Ikan di Empang


KONAWE – harianpopuler.com – Seorang anak warga Desa Unggulino, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, diduga mendapat perlakuan verbal yang berlebihan dari Kepala Desa Unggulino setelah mengambil ikan di sebuah empang, Berdasarkan informasi warga. Senin, 21/9/2026


Dugaan tersebut terekam dalam sebuah video yang diterima redaksi harianpopuler.com Dalam rekaman itu, terlihat seorang anak yang diduga masih remaja berada di bagian dapur sebuah rumah sambil menangis.


Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki yang diduga Kepala Desa Unggulino mengenakan celana pendek berwarna kuning sambil memegang sebatang kayu. Di lokasi juga terlihat seorang perempuan yang diduga ibu dari anak tersebut terlibat adu mulut dengan kepala desa.


Berdasarkan percakapan yang terdengar dalam rekaman, kepala desa diduga mengucapkan kalimat, “Itu saya tidak bun*h.” Perempuan yang berada di lokasi kemudian terdengar memberikan respons terhadap ucapan tersebut.


Meski demikian, konteks lengkap percakapan dan kejadian yang melatarbelakangi persoalan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman video.


Pesan Moral dan Kritik


Persoalan di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin dan mengedepankan komunikasi yang baik. Terlebih ketika menyangkut anak, pendekatan yang mengedepankan pembinaan, perlindungan, dan penyelesaian secara bijak menjadi hal penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.


Sebagai seorang kepala desa yang menjadi panutan sekaligus pelayan masyarakat, setiap persoalan sebaiknya dihadapi dengan sikap tenang, bijak, dan mengedepankan pembinaan. Terlebih ketika persoalan tersebut melibatkan seorang anak.


Kemarahan sesaat jangan sampai berubah menjadi ucapan atau tindakan yang dapat menimbulkan ketakutan bagi warga. Jabatan kepala desa bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga tentang memberikan contoh dalam menjaga ucapan, sikap, serta menyelesaikan persoalan secara manusiawi.


Jika benar terjadi sebagaimana yang terekam dalam video, hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi bersama. Persoalan mengambil ikan di empang semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pembinaan, bukan dengan emosi yang berlebihan.


Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi teladan, terutama dalam menghadapi persoalan dengan warganya sendiri. Tegas boleh, tetapi tetap harus bijaksana; marah boleh, tetapi jangan sampai menghilangkan rasa kemanusiaan.


TerPopuler