harianpopuler.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan konsistensinya dalam memperluas ruang inklusi bagi kelompok disabilitas melalui program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema #BRISahabatDisabilitas, yang kembali digelar pada 2026 sebagai program berkelanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Melalui program tersebut, BRI memberikan pelatihan dan pemagangan kepada 370 peserta penyandang disabilitas sebagai upaya membuka akses sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi peserta menuju dunia kerja.
Program diawali dengan tahapan sosialisasi, rekrutmen dan registrasi, kemudian dilanjutkan dengan assessment untuk memahami kemampuan serta kebutuhan masing-masing peserta.
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan administrasi dan kewirausahaan yang dilaksanakan secara daring maupun luring. Tahapan utama program kemudian dilanjutkan dengan pemagangan selama tiga bulan.
“Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar merasakan dunia kerja. Melalui puluhan mitra, perusahaan, dan berbagai entitas yang terlibat, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan belajar langsung di lingkungan kerja yang sesungguhnya,” ujar Dinne Shovia Tresna Amalia, Vice President Corporate Social Responsibility PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
BRI Kendari Samratulangi Bangun Sinergi Baru Bersama UMK
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Inaugurasi Peserta Program Pelatihan dan Pemagangan untuk Penyandang Disabilitas di Wilayah Sulsel, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis, 3 September 2026.
Usai inaugurasi, peserta terpilih yang berasal dari sejumlah wilayah, yakni Makassar, Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkajene, melanjutkan tahapan pemagangan mulai 4 September hingga 4 November 2026.
Pemagangan dilaksanakan pada perusahaan dan UMKM mitra yang bekerja sama dengan BRIdge di Kota Makassar, dengan fokus pada sektor Green Jobs dan Blue Economy.
“Melalui program ini, BRI berupaya memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, dengan mengintegrasikan kontribusi sosial perusahaan sejalan dengan aktivitas dan keberlanjutan bisnis BRI,” kata Dinne.
Menurutnya, program BRI Sahabat Disabilitas tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga menjadi proses untuk membuka akses serta memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam memasuki dunia kerja.
Selama menjalani masa pemagangan, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan kesempatan memperluas relasi, tetapi juga mendapatkan fasilitas penunjang.
“Setiap peserta diberikan uang saku pemagangan serta mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang dicover oleh BPJS Jamsostek, meliputi Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), untuk memastikan keamanan serta kenyamanan mereka selama berkarya,” beber Dinne.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, mengapresiasi konsistensi BRI dalam menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui BRI Peduli.
“Kami mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BRI yang telah menghadirkan program BRI Peduli melalui kegiatan BRI Sahabat Disabilitas,” ujar Jayadi.
Menurut Jayadi, program BRI Sahabat Disabilitas sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membuka akses dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memberikan peluang kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan pemerintahan sejak sekitar empat tahun terakhir.
“Program ini sangat beririsan dengan apa yang menjadi program luar biasa dari BRI melalui BRI Peduli, khususnya dalam memberikan dukungan dan kesempatan kepada sahabat disabilitas,” katanya.
“Paling tidak, program ini memberikan ruang yang sama kepada seluruh warga negara kita tanpa terkecuali, termasuk sahabat disabilitas, untuk dapat mengekspresikan talenta dan potensi yang mereka miliki,” imbuhnya.
