Sinergi TNI-Polri dan Manggala Agni Padamkan Karhutla di TNRAW Harian Populer (HP). : Sinergi TNI-Polri dan Manggala Agni Padamkan Karhutla di TNRAW

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., DP3A Konsel Bantah Isu Kompensasi dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

Sinergi TNI-Polri dan Manggala Agni Padamkan Karhutla di TNRAW

Minggu, 20 September 2026, September 20, 2026

Karhutla Sekitar Hukaea Lama Terkendali, Petugas Lanjutkan Pendinginan


Bombana – harianpopuler.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan padang savana Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, tepatnya di sekitar jalan masuk menuju Kampung Hukaea Lama, Dusun II, Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sabtu (19/9/2026).


Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.30 WITA. Lokasi kebakaran berada kurang lebih 400 meter dari jalan poros Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±20 hektare.


Mendapat informasi tersebut, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api. Penanganan melibatkan Polri, TNI, BPBD Kabupaten Bombana dan Manggala Agni, dengan dukungan kendaraan pemadam serta kendaraan patroli.


Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang, kondisi alang-alang yang kering dan mudah terbakar, medan yang sulit dilalui kendaraan roda empat karena keterbatasan akses jalan, serta titik api yang tersebar di beberapa lokasi.


Berkat kesigapan dan sinergitas seluruh unsur yang terlibat, sekitar pukul 15.30 WITA, titik-titik api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali api.


Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.H., CPHR., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bergerak cepat dalam menangani Karhutla tersebut.


“Kami mengapresiasi kerja cepat dan sinergitas seluruh personel di lapangan, baik dari Polri, TNI, BPBD maupun Manggala Agni. Penanganan Karhutla seperti ini membutuhkan kesiapsiagaan, koordinasi dan keberanian petugas karena kondisi medan serta cuaca dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar AKBP Irwandhy Idrus.


Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan terjadinya kebakaran.


“Kami akan melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran. Setiap pihak harus bertanggung jawab menjaga kawasan hutan dan lahan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla,” tegasnya.


Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi kemarau dan angin kencang.


Sementara itu, Koordinator Manggala Agni TNRAW William K. Buranga, S.H., menjelaskan bahwa proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana yang disesuaikan dengan kondisi medan.


“Tim melakukan pemadaman secara langsung pada titik-titik api yang dapat dijangkau, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menimbulkan api kembali. Kondisi alang-alang yang kering, angin kencang dan akses menuju lokasi yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi petugas,” jelas William K. Buranga.


Menurutnya, penanganan Karhutla dapat berjalan efektif karena adanya kerja sama antara Manggala Agni, Polres Bombana, Polsek Lantari Jaya, Kodim Bombana, BPBD serta Pemerintah Kabupaten Bombana.


“Kami menyampaikan apresiasi kepada Polres Bombana, Polsek Lantari Jaya, Kodim Bombana dan Pemerintah Kabupaten Bombana yang terus memberikan dukungan dalam penanganan Karhutla. Bantuan personel, peralatan, kendaraan serta koordinasi yang dilakukan sangat membantu tim di lapangan, mulai dari proses pemadaman hingga pendinginan,” ujarnya.


William menambahkan, penanganan kebakaran di kawasan TNRAW membutuhkan kerja sama berkelanjutan karena kondisi vegetasi dan medan dapat mempercepat penyebaran api.


“Kerja sama seperti ini harus terus dipertahankan. Penanganan Karhutla bukan hanya dilakukan saat api sudah membesar, tetapi juga melalui pemantauan, pencegahan dan pelaporan sejak awal,” tambahnya.


Selanjutnya, Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., C.P.M., mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Lantari Jaya dan sekitarnya agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api, bara maupun puntung rokok di area yang terdapat rumput atau alang-alang kering,” ujar IPTU Prasetyo Nento.


Kapolsek meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat kepulan asap, titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan Karhutla.


“Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kegiatan pembakaran yang berpotensi meluas, segera laporkan kepada Polsek Lantari Jaya, pemerintah desa, BPBD, Manggala Agni atau petugas terkait. Laporan yang cepat akan memudahkan petugas melakukan penanganan sebelum api meluas,” jelasnya.


“Mari bersama-sama menjaga Kamtibmas dan kelestarian lingkungan. Jangan membakar hutan dan lahan, serta jangan meninggalkan sumber api dalam kondisi yang belum benar-benar padam,” pungkas IPTU Prasetyo Nento.


Masyarakat diharapkan berperan aktif dengan menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap kejadian maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla.


“Mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Mari bersama-sama menjaga hutan, lahan dan lingkungan demi keselamatan masyarakat serta kelestarian Taman Nasional Rawa Aopa

TerPopuler