BGN Temukan 414 Rekening Virtual Account Anomali pada Program MBG, Sebagian Dapur Belum Beroperasi
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan ratusan rekening virtual account (VA) yang terindikasi anomali dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut muncul setelah dilakukan evaluasi terhadap sistem penyaluran dana di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 27.469 SPPG yang telah terdaftar dalam sistem. Dari proses tersebut, ditemukan sebanyak 414 rekening virtual account yang memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Menurut Sudaryono, anomali yang ditemukan mencakup adanya rekening ganda, serta rekening yang telah dibuat dan tercatat dalam sistem meski dapur SPPG terkait belum mulai beroperasi.
"Temuan ini menjadi perhatian karena terdapat rekening yang sudah aktif di sistem, sementara kegiatan operasional dapurnya belum berjalan," ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan rekening tersebut belum dapat diartikan sebagai adanya penyalahgunaan anggaran. BGN masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan seluruh transaksi sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.
Proses verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data administrasi, status operasional SPPG, serta alur penyaluran dana. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap dana yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Sudaryono menjelaskan, penggunaan sistem virtual account bertujuan mempermudah penyaluran dana operasional kepada setiap SPPG. Namun, pembukaan rekening harus sejalan dengan kesiapan operasional dapur agar penyaluran anggaran berlangsung tepat sasaran.
Saat ini BGN tengah melakukan penataan terhadap rekening-rekening yang terindikasi bermasalah, baik rekening ganda maupun rekening milik SPPG yang belum aktif. Upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola, transparansi, dan pengawasan keuangan dalam pelaksanaan program.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang ditujukan bagi pelajar, balita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya. Mengingat program ini didukung oleh anggaran negara yang besar, pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran dana akan diawasi melalui mekanisme audit dan verifikasi secara berkelanjutan.
BGN juga memastikan proses evaluasi terhadap rekening-rekening yang terindikasi anomali tidak akan menghambat operasional SPPG yang telah berjalan normal. Perbaikan sistem terus dilakukan agar penyaluran dana ke depan semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
(Rilis/Tim Redaksi PPWI)
