KENDARI – harianpopuler.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi protes keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang diterima anggota keluarganya yang merupakan pasien rujukan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Sabtu, 4/7/2026
Video yang telah beredar luas di berbagai platform digital itu memicu perhatian publik setelah diunggah ke Facebook Andal Rahmad. Dalam unggahannya, pengirim video mempertanyakan kualitas pelayanan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan.
Dalam rekaman tersebut, pria yang diduga merupakan keluarga pasien terlihat beradu argumen dengan petugas medis di ruang pelayanan rumah sakit. Ia mempertanyakan alasan pasien yang telah dirujuk ke RSUD Bahteramas belum mendapatkan penanganan sesuai harapan.
Dengan nada tinggi, pria itu mengaku kecewa karena keluarganya telah menempuh perjalanan dari Baubau ke Kendari demi memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik. Namun, menurutnya, pelayanan yang diterima justru tidak memberikan kepastian.
"Kami sudah bolak-balik dari tadi. Apa alasannya dokter tidak mau menangani? Tolong jelaskan dengan jelas," ujarnya dalam video.
Ia juga menyampaikan dugaan adanya perbedaan pelayanan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan. Menurutnya, keluarganya merupakan peserta BPJS Kelas 1 dan berharap memperoleh pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.
Menanggapi protes tersebut, petugas medis yang berada di lokasi berusaha memberikan penjelasan. Berdasarkan percakapan dalam video, dokter menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sebelumnya tidak menemukan indikasi klinis yang mengharuskan tindakan lanjutan.
"Secara klinis, hasil pemeriksaan kemarin tidak ditemukan kelainan yang mengarah pada kondisi tersebut," ujar petugas medis dalam rekaman.
Namun, penjelasan tersebut tidak meredakan kekecewaan keluarga pasien. Mereka berpendapat bahwa rasa sakit yang dialami pasien bersifat subjektif sehingga tidak dapat dinilai hanya berdasarkan pemeriksaan fisik semata.
Perdebatan antara kedua belah pihak pun berlangsung cukup alot dan menjadi perhatian sejumlah pengunjung rumah sakit.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita pasien maupun kondisi terkininya. Dugaan adanya perbedaan pelayanan terhadap peserta BPJS masih merupakan penyampaian dari pihak keluarga pasien dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, pihak manajemen RSUD Bahteramas Kendari belum memberikan pernyataan resmi terkait video viral maupun kronologi kejadian tersebut. Publik pun menantikan klarifikasi dari rumah sakit agar informasi yang beredar dapat dipahami secara utuh dan berimbang.
