Ratusan Mahasiswa dan Aktivis Gelar Aksi Damai, Desak Evaluasi Kapolres Bombana dan Penegakan Kode Etik Polri Harian Populer (HP). : Ratusan Mahasiswa dan Aktivis Gelar Aksi Damai, Desak Evaluasi Kapolres Bombana dan Penegakan Kode Etik Polri

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., DP3A Konsel Bantah Isu Kompensasi dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

Ratusan Mahasiswa dan Aktivis Gelar Aksi Damai, Desak Evaluasi Kapolres Bombana dan Penegakan Kode Etik Polri

Jumat, 12 Juni 2026, Juni 12, 2026

Ratusan Mahasiswa dan Aktivis Gelar Aksi Damai, Desak Evaluasi Kapolres Bombana dan Penegakan Kode Etik Polri


BOMBANA, – harianpopuler.com - Ratusan mahasiswa, aktivis, dan elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu (KABB) menggelar aksi demonstrasi damai sebagai respons atas peristiwa yang terjadi saat aksi mahasiswa pada 3 Juni 2026. Peristiwa tersebut dinilai menimbulkan keresahan publik dan menjadi perhatian luas masyarakat Kabupaten Bombana. Kamis, 11/6/2026


Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif itu diikuti berbagai elemen mahasiswa, pemuda, serta masyarakat sipil yang berkomitmen mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh konstitusi.


Massa aksi memulai kegiatan dari Tugu Brimob Bombana sebagai titik kumpul utama sebelum melakukan konvoi menuju Pasar Tadoha Mappacing. Dalam perjalanan, massa sempat singgah di depan Rumah Jabatan Bupati Bombana untuk menyampaikan orasi sekaligus memohon perlindungan hukum kepada Pemerintah Daerah atas hak-hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara damai dan bertanggung jawab.


Selanjutnya, massa melanjutkan perjalanan melalui kawasan Munajah dan Perempatan Hombes, kemudian memarkir kendaraan di sekitar Lorong SMP Negeri 29 Rumbia. Dari lokasi tersebut, seluruh peserta aksi berjalan kaki menuju Mapolres Bombana sebagai simbol persatuan gerakan, penghormatan terhadap proses demokrasi, serta komitmen menyampaikan aspirasi melalui cara-cara yang damai dan konstitusional.


Di depan Mapolres Bombana, massa menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian serta menyerahkan dokumen Pernyataan Sikap Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu yang memuat dua tuntutan utama, yakni:


1. Mendesak Kapolri untuk mengevaluasi dan mencopot Kapolres Bombana dari jabatannya.

2. Mendesak Divisi Propam Polri dan Bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara untuk melakukan pemeriksaan serta penegakan Kode Etik Profesi Polri terhadap Kapolres Bombana.


Menurut massa aksi, tuntutan tersebut lahir dari penilaian masyarakat bahwa peristiwa pada aksi sebelumnya perlu mendapat perhatian serius agar tidak menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan demokrasi dan kebebasan berpendapat di Kabupaten Bombana.


Dalam pertemuan dengan peserta aksi, Kapolres Bombana menerima langsung dokumen Pernyataan Sikap yang diserahkan KABB dan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penerimaan resmi atas aspirasi yang disampaikan.


Selain itu, Kapolres Bombana juga menyampaikan pernyataan melalui rekaman video yang pada prinsipnya berisi komitmen bahwa tindakan-tindakan yang menimbulkan polemik dan kegelisahan masyarakat tidak akan kembali terjadi dalam pelaksanaan pengamanan aksi demonstrasi di masa mendatang.




Koordinator Lapangan, Asri, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip negara hukum.


«“Kami datang dengan semangat menyampaikan aspirasi, bukan menciptakan konflik. Kehadiran massa aksi hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap demokrasi dan harapan agar setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog serta mekanisme hukum yang berlaku.”»


Sementara itu, Koordinator Aksi, Juz Wiwing, menegaskan bahwa aksi damai tersebut menunjukkan kedewasaan gerakan mahasiswa Bombana dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan kekuasaan.


«“Gerakan ini tidak dilandasi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Ini adalah bentuk kontrol sosial yang dijamin oleh undang-undang. Karena itu, kami akan terus mengawal proses ini secara konstitusional hingga terdapat kejelasan dan tindak lanjut atas tuntutan yang telah kami sampaikan.”»


Di sisi lain, Andi Amil, yang turut mendampingi koordinator aksi, menegaskan bahwa substansi perjuangan mahasiswa tidak berfokus pada individu maupun jabatan tertentu, melainkan pada pentingnya menjaga prinsip akuntabilitas dan profesionalisme institusi negara.


«“Aksi ini bukan tentang sentimen terhadap seseorang. Yang kami perjuangkan adalah prinsip bahwa setiap tindakan yang diduga mencederai hak konstitusional warga negara harus mendapatkan evaluasi secara objektif dan transparan. Demokrasi hanya dapat tumbuh ketika kritik dihormati dan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Karena itu, tuntutan mengenai evaluasi jabatan dan penegakan kode etik merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri sebagai penegak hukum.”»


Usai menyampaikan aspirasi di Mapolres Bombana, massa aksi melanjutkan agenda menuju Gedung DPRD Kabupaten Bombana untuk menyampaikan tuntutan secara kelembagaan. Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, seluruh anggota DPRD Kabupaten Bombana sedang melaksanakan agenda kedinasan bersama Pemerintah Kabupaten Bombana di sejumlah kementerian.


Karena itu, DPRD Kabupaten Bombana menjadwalkan audiensi resmi dengan Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu pada pekan depan guna membahas aspirasi yang telah disampaikan oleh mahasiswa dan masyarakat.


Secara keseluruhan, rangkaian aksi berlangsung aman, damai, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu ketertiban umum. KABB menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi, masyarakat, serta aparat keamanan yang turut menjaga jalannya demonstrasi sehingga berlangsung secara demokratis dan bermartabat.


Konsorsium Aktivis Bombana Bersatu menegaskan bahwa perjuangan ini akan terus dikawal melalui langkah-langkah konstitusional sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menjaga demokrasi, supremasi hukum, dan hak-hak warga negara di Kabupaten Bombana.


“Demokrasi tidak membutuhkan kekuasaan yang antikritik, melainkan kekuasaan yang berani dievaluasi demi menjaga kepercayaan rakyat.”


KONSORSIUM AKTIVIS BOMBANA BERSATU (KABB)

Mengawal Demokrasi, Menjaga Marwah Daerah

TerPopuler