Dua Lurah Aktif di Kendari Diamankan Polisi Usai Digerebek Warga di Kantor Kelurahan Poasia Harian Populer (HP). : Dua Lurah Aktif di Kendari Diamankan Polisi Usai Digerebek Warga di Kantor Kelurahan Poasia

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., DP3A Konsel Bantah Isu Kompensasi dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

Dua Lurah Aktif di Kendari Diamankan Polisi Usai Digerebek Warga di Kantor Kelurahan Poasia

Sabtu, 13 Juni 2026, Juni 13, 2026

Ketgam Ilustrasi

KENDARI – harianpopuler.com - Dua lurah aktif di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan pihak kepolisian setelah digerebek warga saat berada di Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, pada Jumat (12/6/2026) malam.


Kedua pejabat tersebut masing-masing Zakir Muhammadong (53) yang menjabat sebagai Lurah Poasia dan Rachmat Aboe Kasim (41) selaku Lurah Talia.


Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, keduanya diduga sedang menggelar pesta minuman keras (miras) bersama dua perempuan muda di lingkungan kantor kelurahan. Selain itu, muncul dugaan bahwa kedua perempuan tersebut dipesan melalui sebuah aplikasi yang diduga digunakan untuk praktik open booking out (BO).


Aktivitas yang diduga dilakukan kedua lurah itu memicu kemarahan warga setempat. Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi dan menggerebek kantor kelurahan. Situasi sempat memanas karena kedua oknum lurah tersebut nyaris menjadi sasaran amukan massa.


Menindaklanjuti kejadian tersebut, warga melaporkannya kepada pihak berwenang. Personel dari Polresta Kendari kemudian turun ke lokasi dan mengamankan kedua oknum lurah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan pesta miras maupun dugaan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, pemerintah setempat diharapkan memberikan klarifikasi dan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti terjadi pelanggaran disiplin maupun pelanggaran hukum.




TerPopuler