KONAWE SELATAN, - HARIANPOPULER.COM - Peristiwa tragis terjadi di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Seorang perempuan berinisial DPS (25) meninggal dunia setelah mengalami serangan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (6/10/2026) di Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo. Korban dilaporkan berada di dalam kamar ketika insiden berlangsung.
Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Meski sempat mendapatkan penanganan, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Polisi kemudian mengamankan suami korban yang diketahui berinisial Karmansyah (31). Terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian tersebut.
Penyidik juga telah melakukan langkah-langkah kepolisian, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, mengenai motif, polisi masih melakukan pendalaman. Dugaan awal, peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan rumah tangga yang sebelumnya diwarnai pertengkaran dan kecemburuan.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan penyebab serta kronologi lengkap hingga terjadinya aksi penikaman tersebut.
Kasus ini selanjutnya ditangani aparat kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
Pesan Moral dan Edukasi
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kecemburuan, emosi, dan persoalan rumah tangga tidak boleh diselesaikan dengan kekerasan. Ketika terjadi konflik, pasangan sebaiknya mengedepankan komunikasi, menenangkan diri, serta mencari jalan keluar tanpa melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan.
Jika pertengkaran mulai memanas dan berpotensi menimbulkan kekerasan, segera menjauh dari situasi, minta bantuan keluarga atau orang yang dipercaya, serta menghubungi pihak berwenang atau layanan pendampingan yang tersedia.
Kehilangan nyawa akibat tindakan sesaat tidak dapat dikembalikan. Karena itu, kendalikan emosi, hargai pasangan, dan selesaikan masalah dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan.
