KENDARI – harianpopuler.com – Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SDN 22 Kendari menjadi perhatian. Sekolah disebut telah mengusulkan kebutuhan rehabilitasi sejak sekitar empat tahun lalu, namun hingga kini perbaikan tersebut belum terealisasi.Rabu, 30/9/2026
Kondisi itu membuat pihak sekolah harus melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik.
Kepala SDN 22 Kendari, S. Sartini, S.Pd., berharap kebutuhan rehabilitasi sekolah dapat memperoleh perhatian dari pihak terkait.
Menurutnya, dukungan anggaran untuk perbaikan sarana pendidikan sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan kondisi fasilitas yang lebih layak.
Empat Tahun Menunggu Perhatian
Pengajuan rehabilitasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun menjadi catatan yang patut diperhatikan. Persoalan ini bukan semata-mata mengenai kondisi bangunan, tetapi menyangkut lingkungan tempat siswa dan guru menjalankan aktivitas pendidikan setiap hari.
Sorotan ini bukan untuk menyalahkan pihak sekolah, melainkan menjadi bagian dari kontrol sosial agar kebutuhan sarana pendidikan dapat dilihat secara objektif dan mendapatkan solusi sesuai mekanisme yang berlaku.
Jika kondisi bangunan memang membutuhkan rehabilitasi, diperlukan pendataan, verifikasi kondisi lapangan, penentuan skala prioritas, serta dukungan penganggaran sesuai ketentuan.
Kritik yang Membangun
Pendidikan tidak cukup hanya didukung oleh tenaga pendidik dan proses pembelajaran. Sarana yang aman dan layak juga menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan belajar.
Karena itu, kebutuhan SDN 22 Kendari diharapkan tidak berhenti pada pengajuan administrasi. Perlu ada kejelasan mengenai tindak lanjut usulan tersebut sehingga sekolah maupun masyarakat mengetahui perkembangan penanganannya.
Masyarakat juga dapat mengambil peran melalui pengawasan yang objektif dan konstruktif. Kritik terhadap fasilitas pendidikan sebaiknya diarahkan untuk mendorong perbaikan, bukan sekadar mencari kesalahan.
Harapan Kepala Sekolah
S. Sartini, S.Pd. berharap adanya perhatian dan dukungan anggaran untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang membutuhkan penanganan.
Harapan tersebut terutama berkaitan dengan terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas peserta didik serta tenaga pendidik.
Empat tahun merupakan waktu yang tidak singkat. Kini, kebutuhan SDN 22 Kendari membutuhkan perhatian dan langkah nyata sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Perbaikan sekolah bukan hanya investasi terhadap bangunan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi generasi penerus.
