Belum Kantongi SK, Kapus Onembute Tunjukkan Dedikasi Tinggi Layani Masyarakat Harian Populer (HP). : Belum Kantongi SK, Kapus Onembute Tunjukkan Dedikasi Tinggi Layani Masyarakat

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., Orang Tua Siswa di Kendari Keluhkan Proses Administrasi Sekolah, (Ummussabri). Harap Ada Ruang Dialog. Jadikan Saluran Irigasi Tempat Berwisata : Jadikan Waterbum Saluran Irigasi : Anak-Anak Nikmati Keseruan Bermain Air di Saluran Irigasi Desa Meraka www.harianpopuler.com

Belum Kantongi SK, Kapus Onembute Tunjukkan Dedikasi Tinggi Layani Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026, April 11, 2026


 

KONAWE - harianpopuler.com - Kepala Puskesmas (Kapus) Onembute, Kabupaten Konawe, Rosniati Basir,S.ST menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugasnya meski hingga kini belum menerima Surat Keputusan (SK) resmi pasca pelantikan.


Saat ditemui awak media pada Jumat (10/4/2026), Rosniati menegaskan bahwa dirinya tetap siap bekerja sebagaimana amanah yang telah diberikan.


“Saya sudah dilantik, jadi harus siap bekerja walaupun SK belum diberikan,” ujarnya.


Rosniati menjelaskan, dirinya bukan sosok baru di Puskesmas Onembute. Ia telah mengabdi selama kurang lebih 22 tahun di fasilitas layanan kesehatan tersebut. Berbekal pengalaman itu, ia langsung melakukan pembenahan sejak dilantik, termasuk memperbaiki kondisi kantor secara mandiri.


“Sesuai arahan Kepala Dinas, kami yang sudah dilantik harus tetap bekerja sambil menunggu SK. Jadi saya langsung berbenah, mulai dari mengecat hingga membersihkan kantor,” jelasnya.


Menurutnya, latar belakang tenaga kesehatan seperti bidan atau perawat menjadi nilai tambah dalam menjalankan tugas sebagai kepala puskesmas. Hal itu dinilai penting untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, meski dalam kondisi keterbatasan sumber daya.


“Kalau kapus dari bidan atau perawat, ketika ada staf yang berhalangan, kita bisa langsung turun tangan, baik di IGD, rawat inap, maupun persalinan. Jadi harus siap bekerja di dalam maupun di luar gedung,” katanya.


Rosniati juga menegaskan pentingnya inisiatif dalam bekerja tanpa harus selalu menunggu ketersediaan anggaran operasional.


“Kita tidak boleh hanya menunggu dana puskesmas baru bekerja. Kalau menunggu, pelayanan tidak akan berjalan. Jadi saya gunakan kemampuan dan sumber daya yang ada terlebih dahulu,” tegasnya.


Dalam kepemimpinannya, ia memilih mempertahankan bendahara lama karena dinilai sudah memahami sistem kerja yang ada. Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang profesional dan merangkul seluruh staf.


“Saya tidak ingin mengganti bendahara jika masih bisa bekerja dengan baik. Yang penting kita bekerja profesional dan saling merangkul,” tambahnya.


Terkait fasilitas, Rosniati menyinggung adanya tiga unit pendingin ruangan (AC) yang saat ini tidak lagi berada di puskesmas karena disebut merupakan milik pribadi kepala puskesmas sebelumnya.


Sementara itu, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ia berkomitmen menjaga kualitas layanan agar tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat.


“Pelayanan adalah yang utama. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada keluhan berarti. Puskesmas ini juga pernah menjadi percontohan dan memiliki tenaga kesehatan berprestasi,” ungkapnya.


Menutup pernyataannya, Rosniati berharap dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya meski menyadari adanya berbagai tantangan dalam kepemimpinan.


“Kita hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik. Soal penilaian, itu kembali kepada masyarakat,” pungkasnya.

TerPopuler