Dari Aksara Lontara ke Produk Fesyen, UMKM Makassar Tumbuh Bersama LinkUMKM by BRI Harian Populer (HP). : Dari Aksara Lontara ke Produk Fesyen, UMKM Makassar Tumbuh Bersama LinkUMKM by BRI

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., DP3A Konsel Bantah Isu Kompensasi dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

Dari Aksara Lontara ke Produk Fesyen, UMKM Makassar Tumbuh Bersama LinkUMKM by BRI

Jumat, 23 Oktober 2026, Oktober 23, 2026

Dari Aksara Lontara ke Produk Fesyen, UMKM Makassar Tumbuh Bersama LinkUMKM by BRI


MAKASSAR – Harianpopuler.com - Upaya melestarikan budaya lokal dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk dengan mengemas warisan budaya menjadi produk fesyen yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Hal inilah yang dilakukan As’ad Fadli, pemilik Ripuji Lontaratta, sebuah usaha fesyen dan kerajinan (craft) asal Makassar, Sulawesi Selatan.


Berdiri sejak 2019, Ripuji Lontaratta menghadirkan beragam produk, seperti tas dan topi, dengan memadukan desain modern dan motif khas Sulawesi Selatan, khususnya aksara Lontara. Sejumlah produknya, antara lain Malebbi Totebag dan Maraja Bucket Hat, menjadi pilihan pelanggan.


Gagasan tersebut berawal dari keprihatinan As’ad terhadap semakin berkurangnya pengenalan aksara Lontara di kalangan anak muda Makassar. Di sisi lain, ia melihat peluang untuk memperkenalkan kembali identitas budaya daerah melalui produk yang sesuai dengan tren fesyen masa kini.


“Kami melihat anak muda sekarang, khususnya di Kota Makassar, sudah mulai tidak mengenal lagi aksara Lontara. Di sisi lain, mereka memiliki minat terhadap tas dan topi yang bisa menunjang fesyen. Karena itu, kami membuat usaha ini dengan tujuan menjaga warisan budaya masyarakat Makassar, tetapi tetap bisa tampil keren,” ujar As’ad.


Dalam perkembangannya, Ripuji Lontaratta kini memiliki lima orang tenaga kerja. Pemasaran produk dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari gerai fisik, media sosial, kerja sama antarbisnis (business to business/B2B), hingga pameran dan berbagai kegiatan. Jangkauan pasarnya pun telah meluas, tidak hanya di Makassar, tetapi juga ke berbagai kota dan pulau.


Bagi As’ad, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas produk. Kemampuan mengelola bisnis, membangun tim, serta memenuhi aspek legalitas juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.


Dalam upaya meningkatkan kapasitas bisnisnya, As’ad memanfaatkan platform LinkUMKM by BRI, yang dikenalnya ketika berkunjung ke Rumah BUMN Makassar. Setelah memperoleh informasi mengenai berbagai program dan manfaat yang tersedia, ia memutuskan bergabung untuk mendapatkan akses pembelajaran dan pelatihan usaha.


“Setelah saya bergabung dengan LinkUMKM by BRI dan mendapat program pelatihan, usaha saya mengalami perkembangan, terutama di bagian legalitas dan manajemen sumber daya manusia. Saya mendapat ilmu bagaimana mengatur usaha agar bisa berkembang dan bagaimana mengatur tim supaya lebih produktif,” kata As’ad.


LinkUMKM by BRI merupakan bagian dari ekosistem pemberdayaan UMKM BRI yang menyediakan akses pengembangan kapasitas usaha melalui platform digital. Hingga September 2026, jumlah pelaku UMKM yang memanfaatkan platform tersebut tercatat mencapai 17,6 juta.


Capaian tersebut menunjukkan luasnya jangkauan platform digital dalam mendukung pelaku UMKM memperoleh akses pembelajaran dan pengembangan usaha.


Bagi As’ad, produk yang dihasilkan Ripuji Lontaratta memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan fesyen. Penggunaan motif aksara Lontara menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas budaya lokal agar semakin dikenal, dilestarikan, dan dibanggakan oleh generasi muda.


“Dalam setiap produk kami ada sebuah misi untuk melestarikan budaya aksara Lontara yang sudah mulai dilupakan anak muda. Kami bukan hanya menghadirkan tas dan topi untuk menunjang selera fesyen pelanggan, tetapi juga bercerita melalui motif aksara Lontara bahwa inilah identitas kita yang harus kita lestarikan dan banggakan,” ungkapnya.


Selain memanfaatkan pemasaran digital, Ripuji Lontaratta juga menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI untuk mendukung transaksi pembayaran. Menurut As’ad, layanan tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan saat melakukan pembayaran produk.


Meski demikian, perjalanan usaha Ripuji Lontaratta tidak selalu berjalan mulus. As’ad mengaku pernah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pembatalan pesanan khusus (custom) secara tiba-tiba hingga persaingan usaha yang dinilainya kurang sehat.


Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses bisnis, meningkatkan pengelolaan usaha, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.


Senior Executive Vice President (SEVP) Micro Business Empowerment BRI, M. Candra Utama, menyampaikan bahwa pemberdayaan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, tantangan pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan permodalan, tetapi juga mencakup kemampuan manajemen, legalitas, pemasaran, digitalisasi, hingga kecakapan membaca peluang pasar.


“BRI melihat bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila mendapatkan ekosistem pendukung yang tepat. LinkUMKM by BRI menjadi salah satu platform yang kami hadirkan untuk membantu pelaku UMKM belajar, beradaptasi, dan berkembang sesuai kebutuhan usahanya,” pungkas Candra.


(*Adv*) 


Baca Juga Berita Lainnya

BRImo Makin Dekat dengan Masyarakat, Jutaan Pengguna Manfaatkan Layanan Digital BRI

TerPopuler