DIDUGA AMBIL KABEL AKTIF DI KAWASAN PT IPIP, SEORANG SOPIR BUS HBB DI DUGA TEWAS Harian Populer (HP). : DIDUGA AMBIL KABEL AKTIF DI KAWASAN PT IPIP, SEORANG SOPIR BUS HBB DI DUGA TEWAS

Berita Terbaru di MEDSOS

Welcome di www.harianpopuler.com Kontributor Liputan Artikel,Berita,Video kirim CP/HP : 0838 4370 0286.
PT.Marketindo Selaras di Laporkan di Kejati Sultra Oleh KeTum HMI MPO Konawe Selatan (Konsel). Dengan Dugaan Penyerobotan Lahan.., DP3A Konsel Bantah Isu Kompensasi dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Seksual. DPRD Konawe Dorong Sinergi Atasi Klaim BPJS, Keselamatan Pasien Jadi Prioritas Utama Baca di www.harianpopuler.com

DIDUGA AMBIL KABEL AKTIF DI KAWASAN PT IPIP, SEORANG SOPIR BUS HBB DI DUGA TEWAS

Jumat, 30 Oktober 2026, Oktober 30, 2026

DIDUGA AMBIL KABEL AKTIF DI KAWASAN PT IPIP, SEORANG SOPIR BUS HBB DI DUGA TEWAS


KOLAKA, - HARIANPOPULER.COM — Dugaan pengambilan kabel aktif di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, menjadi perhatian. Seorang pria yang disebut-sebut merupakan pekerja sekaligus sopir bus HBB diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.


Berdasarkan informasi awal yang diterima redaksi, dugaan pengambilan kabel aktif itu terjadi pada Jumat (30/10/2026). Namun, kronologi lengkap serta kondisi kabel yang dimaksud masih perlu dipastikan melalui keterangan pihak terkait.


Peristiwa ini menjadi perhatian mengingat kabel aktif merupakan bagian dari instalasi kelistrikan yang memiliki risiko keselamatan tinggi. Jika dugaan tersebut benar, tindakan mengambil kabel tanpa kewenangan tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pekerja maupun operasional di kawasan industri.


Pihak pengelola PT IPIP dan perusahaan yang menaungi bus HBB diharapkan dapat memberikan keterangan, klarifikasi agar persoalan ini menjadi terang.


Selain itu, pihak keamanan dan aparat berwenang diharapkan melakukan penelusuran secara objektif untuk memastikan fakta sebenarnya serta menentukan langkah sesuai ketentuan yang berlaku.


Hingga berita ini disusun, dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait.




TerPopuler